Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Monday, May 14, 2012

CEKER AYAM


Kaki ayam atau istilahnya Ceker Ayam, belakangan ini banyak dijumpai bukan hanya di restoran kaki lima seperti warteg saja tapi restoran mewah pun berlomba-lomba menyuguhkan menu khas ceker ayam ini dengan berbagai bentuk dan sajian.

Mungkin bagi sebagian orang ada yang merasa jijik atau geli apalagi sampai mengonsumsinya. Eit, tapi nanti dulu. Ternyata dibalik bentuk ceker ayam yang terlihat menjijikkan itu ada banyak manfaatnya lho, nggak percaya? Baca deh:

- Kandungan zat kolagen (chicken collagen extract) pada ceker ayam setara aktivitasnya dengan obat antihipertensi golongan ACE-inhibitor. Kolagen ceker ini bisa menurunkan kadar renin dalam plasma sehingga tidak mengungkit tekanan darah menjadi lebih tinggi. Penderita hipertensi sangat dianjurkan mengonsumsi ceker ayam.

- Kandungan zat kapur dan sejumlah mineral sehingga orang yang menderita rematik dianjurkan makan ceker ayam. Yang jelas, makan ceker ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik.

- Kandungan Hydroxyapatite yang merupakan salah satu makanan untuk tulang. Karena itu, mengkomsumsi ceker ayam selain dapat memelihara kekuatan tulang, mencegah osteoporosis dan juga menjaga elastisitas kulit.

- Kandungan protein kolagen dalam ceker ayam juga sangat bagus buat pertumbuhan balita. Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yang bersifat imunogenik yang mampu menghasilkan antibodi.

Follow @kalongking

(sumber: medicalera.com)

Sunday, May 06, 2012

Cerita Fabel


ilustrasi blogdetik


Sayap yang terkoyak


            Pagi sudah turun menyapa bumi beberapa menit yang lalu. Matahari masih hangat dan terus melengkungkan senyum terindahnya dibarengi desau angin bulan Januari yang basah. Rumput-tumput liar dan panjang meliuk-liuk, menari-nari menggapai langit cerah diantara rerimbunan bunga Gladiol merah merekah taman kota.
            “Keisyaaaa! Ayo sambut hari yang cerah ini! Sayang jika hari yang cerah seperti ini hanya kau sambut dengan wajahmu yang tak bersahabat itu! Senyumlah, senyum! Ayo!”
            Dua kupu-kupu bersayap lebar dan indah sedang bercengkerama. Yang satu berwarna cokelat dan bermotif abstrak. Dia biasa dipanggil sebagai Aliya. Dia memiliki mata yang bulat dan indah. Sungutnya panjang melengkung dan bergoyang ke sana ke mari jika sedang terbang. Dan satunya lagi Keisya, kupu-kupu cantik bersayap indah yang sekarang sedang dirundung gelisah.
            “Sayapku terkoyak,” kata Keisya. “Dan aku tidak mungkin terbang dengan keadaan seperti ini. Aku malu. Apakah kau bisa menolongku memperbaiki sayap patah ini?” tanya Keisya si kupu-kupu bersayap paling indah. Dulu. Di kerajaan kupu-kupu Keisyalah pemilik sayap terindah. Tapi sekarang tidak lagi. Lihatlah, sayapnya yang indah itu terkoyak. Semua kupu-kupu memuji sayapnya. Dan sekarang? Tak akan ada lagi kupu-kupu yang memuji sayap indahnya. Tidak ada.
            “Bagaimana kalau kita cari sayap kupu-kupu yang lain untuk menggantikan sayapmu yang koyak?” usul Aliya. Ia sudah pernah mengalami kecelakaan seperti itu dan sulit rasanya untuk bisa kembali normal pada sayap yang koyak. Jika pun bisa, akan memakan waktu yang sangat lama sekali.
            “Tidak!” Keisya menggeleng. Menampik usul Aliya yang begitu semangatnya. “Aku tidak akan mengganti sayapku ini. Ini sayap terindahku.” katanya dengan nada sedih sembari melihat sayapnya yang lunglai tanpa bisa ia gerakkan karena salah satu uratnya terputus akibat tersangkut duri bunga mawar di taman itu sesaat yang lalu ketika ia sedang mencoba menari. Pagi ini seharusnya ia riang karena Rangga akan mengajaknya nge-date. Tapi duri Mawar telah meluluh lantakkan semua harapan itu. Ia membuat sayapnya koyak.
            “Terserah kamu,” ujar Aliya kesal sambil mencibirkan bibir. Keisya si kepala batu. Susah menerima pendapat kupu-kupu lain. 
Aliya kemudian terbang mengitari bunga Matahari yang telah mekar, bulat dan besar. Aliya paling suka bunga Matahari diantara bunga-bunga yang lain. Karena keinginannya untuk menyentuh Matahari tidaklah mungkin, maka dengan bunga Matahari itu ia anggap sama saja dengan menyentuh Matahari yang sesungguhnya. Ia suka Matahari karena selalu dibutuhkan banyak makhluk hidup sama seperti keinginan Aliya yang ingin dibutuhkan oleh banyak kupu-kupu dan bunga-bunga.
“Apakah kau tahu bahwa Rangga akan mengajakku jalan sore ini?”
“Ya, aku tahu. Kau telah mengatakannya padaku.”
“Tapi bagaimana mungkin dengan keadaan sayapku yang seperti ini? Pasti ia akan kecewa melihat sayapku yang tak cantik lagi,” keluh Keisya sendu. Matanya berlinangan, basah oleh air mata yang berderai-derai lalu menetes di dekat sayapnya yang lunglai dan mengilat terkena percikan sinar Matahari pagi.
“Sebenarnya aku ingin sekali menolongmu, Keisya. Tapi kamu tidak pernah mau mendengar pendapatku. Aku berani bicara seperti ini karena aku punya pengalaman dengan sayapku. Kau tahu kan, sayapku juga pernah koyak seperti milikmu sekarang dan butuh waktu yang cukup lama untuk sayapmu kembali menyatu. Sementara menunggu sayap yang koyak kembali menyatu, aku menggunakan sayap palsu agar tetap terlihat cantik.” kata Aliya panjang lebar. Sungut panjangnya bergerak-gerak ke sana ke mari.
“Jadi?” tanya Keisya mulai luluh. Ia sudah tidak punya cara lagi untuk bagaimana dalam waktu yang sangat singkat bisa memperbaiki sayap indahnya yang koyak. Ya, itu tidak mungkin. Butuh proses. Butuh waktu yang lama, sama seperti ketika ia mengobati luka hatinya karena luka yang digoreskan oleh kupu-kupu jantan yang kini entah pergi ke dunia mana meninggalkan cinta sejati Keisya. Pergi dengan sihir cinta kupu-kupu cantik berwarna ungu. Keisya tidak mau lagi mengingat itu karena akan membuatnya kembali sakit. Kini luka itu telah berhasil ia kubur bersama masa lalunya yang tak indah.
“Ikut aku,”
“Ke mana?” tanya Keisya.
“Kau nggak mau sayapmu terlihat jelek di mata Rangga kan? Iya kan? Sudah, ayo ikut aku,” kata Aliya dan terbang mengepakkan sayapnya sembari mencengkeram tangan Keisya. Keisya tak lagi menolak. Ia membiarkan Aliya menerbangkannya.
Pada suatu tempat yang jauh, Aliya menurunkan Keisya. Tempat itu tak pernah Keisya datangi sebelumnya. Tempat yang asing. Di sana ia banyak melihat kupu-kupu yang tak satupun ia kenali.
“Ini tempat apa?” tanya Keisya.
“Ini tempat di mana kau bisa menjadi kupu-kupu bersayap indah,” sahut Aliya. Di tempat itulah Aliya mengganti sayapnya dengan sayap palsu. Pada seekor kupu-kupu ahli pembuat sayap.
“Mereka siapa?”
“Mereka sama sepertimu, ingin mengganti sayap-sayap mereka dengan sayap baru palsu yang indah untuk menarik kupu-kupu jantan,” urai Aliya menjelaskan kebingungan Keisya melihat banyak kupu-kupu yang bergerombol dengan berbagai ekspresi di wajah-wajah mereka. “Bedanya jika kita datang ke sini karena sayapmu koyak, tapi tidak dengan mereka,”
“Maksudmu?”
“Mereka datang ke tempat ini memang sengaja untuk mengganti sayap-sayap jelek mereka dengan sayap indah yang mereka inginkan.”
“Mereka tidak bersyukur,”
“Semua kupu-kupu ingin terlihat cantik dan memiliki sayap indah, walau dengan cara apapun. Termasuk mengganti sayap mereka dengan sayap palsu.”
“Tapi tidak dengan mengganti sayap mereka yang sudah diciptakan Tuhan bukan?” tanya Keisya.
“Kau terlalu banyak tanya.” kata Aliya mulai kesal. “Sekarang kau mau mengganti sayapmu menjadi sayap yang lebih indah dari sayapmu yang koyak itu kan?” tanya Aliya.
Keisya tidak menjawab. Ia bingung dan terdiam memikirkan banyak hal. Apakah nantinya Rangga akan terpesona jika ia mengganti sayap aslinya? Bukankah Rangga menyukainya lantaran sayap asli Keisya?
***
Senja turun perlahan ditemani angin yang berhembus hangat menarik-narik pucuk-pucuk pohon dan bunga di taman kota. Rintik hujan baru saja selesai dan menyisakan sebuah pelangi yang melengkung indah di langit yang membiru.
Rangga datang mencari Keisya sesuai janjinya untuk mengajak Keisya pergi sore itu menikmati senja yang indah. Akan tetapi ia tidak melihat ada Keisya di sana. Di dekat bunga Gladiol tempat mereka janji untuk bertemu.
“Keisya, di manakah kamu?” tanya Rangga.
“Aku…, aku di sini,” sahut Keisya dengan lirih. Jantungnya berdebar sedari tadi menunggu Rangga, si kupu-kupu jantan yang penuh pesona itu. Tapi ia takut. Takut Rangga akan pergi lagi ketika melihat sayapnya yang tak lagi indah karena terkoyak. Ia tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya. Tapi sayap indah yang ia jadikan sebagai pemikat itu telah koyak. Keisya takut Rangga akan pergi. Takut sekali.
“Aha! Kenapa kau bersembunyi?” Rangga menyibakkan batang bunga Gladiol yang melengkung menutupi wajah Keisya.
“Aku…,” Keisya tak sanggup untuk memandang wajah Rangga. Tatapan mata Rangga yang menghujam setiapkali melempar pandang ke arahnya tak ia perdulikan. Jantungnya tetap berdetak tak stabil. Ia ragu dan takut.
“Kau tampak cantik sekali sore ini,” puji Ranga.
“Be-benarkah?” tanya Keisya terbata. “Tapi…,”
“Kenapa?” tanya Rangga sembari mengulurkan tangan pada Keisya tapi tak dibalas oleh Keisya yang nampak ragu.
“Kau pasti akan kecewa ketika melihat apa yang terjadi pada sayapku,” sedih Keisya.
“Kenapa dengan sayapmu?”
Keisya dengan setengah ragu membuka sayapnya. Memperlihatkan pada Rangga bahwa sayapnya tak seindah seperti ketika pertama kali mereka bertemu. Kini sayapnya koyak dan ia masih tidak ingin memperbaikinya dengan memakai sayap palsu seperti saran Aliya. Ia mencintai sayapnya sendiri dan tak akan mengganti sayapnya dengan sayap palsu.
Rangga tersenyum ketika melihat sayap Keisya yang koyak. Sementara jantung Keisya tambah berdebar menanti reaksi Rangga. Dan ia hanya menunduk pasrah.
“Kau masih tetap cantik walau sayapmu koyak. Dan…,”
Keisya menatap manik mata Rangga mencari jawaban atas ucapan Rangga yang belum selesai terucap.
“Aku kagum padamu, karena kau tak mengganti sayap koyakmu itu dengan sayap palsu seperti kebanyakan kupu-kupu lain agar tampil cantik dan menarik. Ternyata kau lebih mencintai sayapmu sendiri.” kata Rangga menyanjung membuat wajah Keisya seketika merona.
Keisya tidak bisa berkata-kata. Sejuta perasaan membumbung tinggi menggapai langit ke tujuh. Pujian Rangga telah menumpas kegelisahannya. Akh, andai saja aku mengganti sayapku dengan sayap palsu yang mungkin lebih indah dari sayap asliku, mungkin Rangga tidak akan menjatuhkan cintanya padaku, batin Keisya.
Rangga kemudian menggandeng tangan Keisya dengan lembut hingga wajah Keisya merona kemudian mereka terbang untuk menikmati senja yang indah dengan sejuta cinta di bawah lengkungan pelangi.

**********

Wednesday, April 18, 2012

SUPER JUNIOR

Siapa yang tidak mengenal Boyband asal Seoul korea selatan yang sudah mendunia ini? Kiprahnya di dunia musik internasional telah membuktikan bahwa boyband yang beranggotakan 13 personil iantara lain: Leeteuk, Heechul, Han Geng, Yesung, Kang-In, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Semenjak awal kemunculannya, grup boy band ini begitu banyak mendapatkan cibiran  dan  kritik pedas namun karena ketidak pantang menyerahan dan semangat yang mereka miliki, membuat grup ini akhirnya sukses dan mendunia. Terbukti dengan laris manisnya Album mereka bak kacang goreng. 

Untuk mengobati rasa kangen para ELF (sebutan Fans Suju) di Asia, maka Suju pun berencana mengadakan konser di Indonesia selama dua hari berturut-turut yaitu pada tanggal 28 dan 29 April 2012. 

Jadi buat kamu yang merasa para ELF di Indonesia , atau siapapun yang ingin mengenal lebih jauh tentang Super Junior,  sebelum nonton konsernya dan biar bisa mengenal lebih dekat mereka, mendingan baca dulu deh Biografi para personil suju dalam bentuk KOMIK SUJU karena ada paket menarik dan heboh juga ada  JOKE SERU ALA SUJU  + bonus CD . Woww..

Nah buat yang mau pre-Order dengan potongan harga spesial khusus tangal  13 April - 13 Mei 2012 silahkan:







Atau silahkan juga kunjungi link di bawah ini:

http://showbiz.vivanews.com/news/read/305132-unofficial-komik-super-junior



Atau yang mau berburu di toko buku, juga silahkan...karena paket Komik SUJU ini sudah beredar mulai tgl 18 April di toko buku seluruh Indonesia.


 

Sunday, April 15, 2012

Delapan kesalahan penulis Novel Pemula





Seringkali seorang penulis pemula melupakan sebuah kesalahan-kesalahan yang dianggapnya  hanya sebuah kesalahan kecil tapi pada kenyatannya kesalahan ini sangat berpengaruh dan membuat seorang penulis dan editor geram dibuatnya dalam menghadapi naskah-naskah para penulis novel pemula.  Salah satu penulis  dan editor yang sering menangani naskah novel penulis pemula ini adalah Clra Ng.

Kita tahu Clara Ng adalah seorang penulis novel handal . Lihat saja karya-karyanya semenjak karya pertamanya novel berjudul Tujuh Musim Setahun, kemudian Indiana Chronicle - Blues, yang merupakan buku pertama trilogi Indiana Chronicle kemudian menyusul beberapa novel bergenre Metropop. 

Bahkan bukan hanya menulis novel dewasa, Clara Ng juga menulis buku anak-anak. Seri pertama buku anak-anaknya adalah Berbagi Cerita Berbagi Cinta, yang terdiri atas tujuh buku. Salah satu buku dalam seri ini, yang berjudul Gaya Rambut Pascal memperoleh penghargaan Adikarya Ikapi untuk cerita anak pada tahun 2006. Pada tahun 2007, Clara Ng kembali memperoleh penghargaan Adikarya Ikapi untuk salah satu buku anak-anak dari sembilan buku dalam seri Sejuta Warna Pelangi, berjudul Melukis Cinta. Dan pada tahun 2008, ia mengeluarkan seri terbaru yang terdiri atas lima buku, berjudul Bagai Bumi Berhenti Berputar.  

Nah tulisan berikut ini adalah tulisan yang saya copas dari Twitternya Clara Ng.

Delapan kesalahan yang sering ditemui pada penulis pemula khusunya novel.

1. Konflik.
Fiksi berstandar pada konflik bukan "konsep cerita". Konsep sekeren apapun bakalan hancur tanpa konflik. Karena konflik adalah nyawa. Seperti tangga, konflik itu bertahap dari bawah ke atas.

2. Pembukaan yang lemah.
Kesalahan pada banyak penulis novel pemula adalah adalah pembuka yang lemah artinya pembukaan yang tidak memperlihatkan konflik. Konflik seharusnya sudah membayang dan muncul pada pembukaan (prolog)
Pembukaan yang salah adalah pembukaan yang megabaikan konflik.

3. Penyelesaian konflik yang lemah
Artinya konflik yang dibangun hanya sebatas tipis.Karena konfik sudah menghantui pembukaan dari awal naskah, maka penyelesaiannya pun haruslah kuat.
Penyelesaian konflik yang lemah disebabkan oleh tokoh yang tidak berjuang tapi dapat pertolongan.

4. Tokoh harus berjuang
Tokoh harus berjuang menyelesaikan masalahnya. Adanya tokoh mendapatkan "pertolongan" artinya memasukkan tokoh/situasi lain yang langsung menyelematkan si tokoh. Tokoh utama boleh "mendapatkan pertolongan" dalam situasi indirect atau tidak langsung tapi penyelamatannya bukan dengan "diserobot" Untuk bahasa umum ini sering disebut aski "kebetulan". Kebetulan dalam fiksi memang bisa terjadi tapi kebetulan yang lebay adalah aksi serobot

5. Dialog yang garing
Dialog bertele-tele, dialog hahahihi, dialog ke sana ke mari yang nggak jelas membuat fiksi tidak bergerak ke mana-mana.
Humor dalam dialog sah-sah saja tapi dialog humor pun punya rumus. Ada pembukaan, ada tengah dan ada kick-ass-nya. Tanpa itu humor akan mati dalam dialog.

6.  Kalimat yang tidak patuh pada aturan bahasa Indonesia.
Ini bukan naskah yang menggunakan bahasa Mars. "Sakit hati kalo ada yang bilang, bahasa Indonesia itu gampang. No!"
Dan sebagai penulis kita harus belajar Bahasa Indonesia dimulai dari yang paling sederhana seperti SPOK atau KSPO (Subyek, Predikat, Obyek, keterangan)
 
7. Tanda baca yang tidak pada tempatnya
Kesewenang-wenangan dalam tanda baca bisa menjadi bukti bahwa kita adalah manusia yang ugal-ugalan dalam menyetir. Kenapa? Karena tanda baca = rambu lalu lintas.
Penulis fiksi yang tidak perduli dengan peletakkan tanda kutip, koma, titik, titik tiga, titik koma dan lain-lain akan membuat naskah fiksi jadi rusak.

8.Setting yang terlupakan
Apa itu setting? Setting adalah keadaan cerita dari lingkungan sampai suasana. Tanpa kehadiran setting, cerita bakalan gatot atau gagal total. Apalagi jika isi cerita hanya dialog.


Itulah delapan kesalahan menurut Clara Ng ketika membaca naskah dari penulis novel pemula. Semoga dengan kesalahan-kesalahan yang sepertinya sepele ini kita bisa memperbaiki tulisan-tulisan kita sehingga tulisan kita akan lebih baik lagi.



Friday, April 13, 2012

PAK RADEN RIWAYATMU KINI

sumber foto. deyoyok.multiply.com

Pada era tahun 80an sosok ini begitu terkenal bahan bukan hanya di kalangan anak-anak saja, tapi juga remaja dan orang tua. Siapakah dia? Ya, dia adalah pak Raden. Lelaki yang digambarkan dengan  sosok boneka berkumis tebal dan selalu berblangkon ini adalah salah satu tokoh yang ada di dalam film serial boneka si Unyil pada dasa warsa 80an yang ditayangkan setiap hari minggu di TVRI.

Sosok pak Raden yang bijaksana, suka mendongeng dan ngayomi ini sempat menjadi tokoh idola bagi anak-anak Indonesia kala itu. Kemunculannya dalam serial boneka si Unyil seolah memberikan warna tersendiri sehingga serial si Unyil masih dikenang sampai saat ini.  Bahkan pada tahun 1980 hingga 1991 film boneka si Unyil itu sangat melegenda dan pada masa jayanya, serial Si Unyil telah mencapai lebih dari 603 seri film boneka.

 foto dok kaskus.

Drs. Suyadi. Lelaki kelahiran Puger Jember Jawa timur pada 28 November 1932 inilah sosok yang ada dibelakang kesuksesan tokoh pak Raden dan tokoh-tokoh lain dalam film boneka si Unyil. Beliau adalah lulusan seni rupa Institut Teknologi Bandung 1952-1960) kemudian meneruskan belajar animasi ke Prancis (1961-1963).

Sejak masih menjadi mahasiswa beliau sudah menghasilkan sejumlah karya berupa buku cerita anak bergambar dan film pendek animasi. Keistimewaan Drs Suyadi tidak hanya membuat ilustrasi, tapi juga mempunyai kemampuan menulis ceritanya sendiri. Bahkan di usia senjanya kini, Suyadi tetap berkarya.

Puluhan buku cerita anak hasil karyanya beredar sejak tahun 70-an, bahkan hingga sekarang. Sejumlah penghargaan di bidang perbukuan telah ia raih. Dan hingga tahun 2008 ia masih menghasilkan buku anak berjudul Petruk Jadi Raja (Kelompok Pecinta Buku Anak, 2008). 

Melihat kiprah beliau sebagai seorang seniman serba bisa berarti merekam kembali perjalanan proses kreatifnya sebagai seorang Suyadi sebagai salah satu kreator film boneka Si Unyil., seniman lukis yang telah menghasilkan puluhan lukisan bergaya figuratif-naratif, seorang penulis buku yang sekaligus menjadi ilustrator bukunya, sebagai pendongeng dengan gaya yang khas dengan boneka dan menggambar juga sebagai  seniman Jawa yang mampunyai atensi pada seni tari, gamelan, karawitan, dan menjadi seorang dalang. Untuk itu tidak salah jika nama Drs Suyadi dikenal sebagai salah satu tokoh yang sangat berpengaruh terhadap sejarah perkembangan awal animasi di Indonesia.

Suyadi sebagai pengajar, baik sebagai pengajar seni akademik di seni ilustrasi di almamaternya, ITB Bandung, pengajar khusus animasi di IKJ Jakarta dan sebagai pembicara pada workshop dongeng dan animasi pada even-even khusus. Dedikasinya terhadap budaya Indonesia, dalam hal ini kebudayaan Jawa menjadi catatan kreatif yang patut kita hargai dalam buku perjalanan hidup seorang Suyadi.
Mencatat kehidupan Suyadi yang keseluruhan hidupnya didedikasikan untuk anak-anak. Sebagai pecinta anak-anak ia mencurahkan hasil kreasinya dalam bentuk dongeng, buku, dan lukisannya untuk anak-anak Indonesia.

salah satu buku karangan pak Raden/Drs Suyadi.


Lantas bagaimanakah nasib pak Raden atau Drs Suyadi sekarang?
Hati saya terketuk ketika mendengar berita bahwa hati beliau sedang galau. Beras di bakul tak ada. Mau berobat ke dokter tak ada biaya. Apalagi untuk mengurus rumah bocor dan hak cipta. Ternyata pria yang kini hidup sendiri di atas kursi rodanya dengan ditemani empat ekor kucing kesayangannya, pak Suyadi masih menyempatkan diri untuk melukis


salah satu buku karangan pak Drs. Suyadi


Itulah gambaran Drs Suyadi, sosok yang pernah ikut membangun negeri ini lewat seni boneka Si unyil untuk anak-anak tapi sejak puluhan tahun hak cipta Unyil tidak berada dalam genggamannya. Terbang entah ke mana....
(http://pak raden.org dan berbagai sumber)

Monday, March 05, 2012

Kesempatan menulis di Media


Copas dari: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150092496218282
Ada banyak kesempatan untuk menulis di media sebagai salah satu ajang aktualisasi dan apresiasi di dunia menulis. Hampir semua media menyediakan rubrik untuk public. Yang paling umum adalah rubric opini (bisa dengan nama lain untuk sejumlah media), cerpen, puisi dan sebagainya.

Berikut nama media, nama rubric, alamat email dan perkiraan jumlah honor (dikompilasi dari sejumlah sumber) :

Kompas: opini@kompas.co.id
Kompas termasuk media yang memiliki begitu banyak rubric untuk masyarakat. Selain opini, ada rubric lain yang bisa dicoba seperti Teroka, Teropong dan Swara (banyak mengulas soal perempuan). Bedanya, jika rubric opini muncul setiap hari, rubric-rubrik lain ada yang tiap satu atau dua minggu.

Jawa Pos (www.jawapos.com)
Ada beberapa rubric yang bisa dicoba: “opini”, “ruang putih”, “di balik buku”, “cerpen”, “puisi” dsb..
Alamat email : opini@jawapos.co.id, sebutkan rubric yang dituju pada subyek email.
Untuk Kolom Esai Budaya, Cerpen, Resensi Buku dan Dibalik Buku: ariemetro@yahoo.com. (Untuk resensi buku, bisa dikirim yang panjang tulisannya sampai 800 kata)

Seputar Indonesia (www.seputar-indonesia.com)
Alamat : redaksi@seputar-indonesia.com. Ada Opini (muncul setiap hari), Kolom Budaya, Resensi, Puisi, Cerpen (ada di hari Minggu saja). Tinggal kita tulis aja mau dimuat di kolom apa pada subject email pas kirim tulisan. Honor resensi buku 200 ribu. Opini dan Kolom Budaya 400 ribu, Cerpen 400 ribu.

Lampung Post (www.lampungpost.com):
Untuk Kolom Opini:     redaksi@lampungpost.co.idà ini imel utama
                                opinilampost@yahoo.co.id
                                 redaksilampost@yahoo.com
Untuk Esai Budaya/Sastra dan Puisi: lampostminggu@yahoo.com, halaman opini@yahoo.com
Honor Opini 200 ribu, Cerpen 200 ribu

Media Indonesia (www.media-indonesia.com):
Untuk Kolom Opini dan Resensi Buku  : redaksi@mediaindonesia.co.id
                                                        opinimi@yahoo.com
(Panjang resensi buku maximal 800 kata. Begitu juga dengan Opini. Saat kirim lebih baik semua imel dikirimi.
Honor resensi buku dan Opini 400 ribu. Nama Kolom Resensi Buku-nya: Bedah Pustaka)

Bisnis Indonesia: redaksi@bisnis.co.id
(Biasanya tulisan yang nyerempet soal bisnis dan ekonomi. Honor sekitar 300 ribu)

Pikiran Rakyat (www.pikiran-rakyat.com) (Jawa Barat):
Untuk Kolom Opini: opini@pikiran-rakyat.com à panjang tulisan maximal 6000 karakter dengan spasi honornya 300 ribu. Untuk Esai Sastra, Cerpen dan Puisi: khazanah@pikiran-rakyat.com à ada di hari Sabtu
Untuk Resensi Buku: kampus_pr@yahoo.com ada cuma hari kamis (panjang tulisan 4000 karakter dengan spasi. Honornya 200 ribu.)

Koran Tempo (www.korantempo.com):
Untuk Kolom Opini: koran@tempo.co.id
Untuk Resensi Buku, Esai Sastra dan Puisi: ktminggu@tempo.co.id
Honor Opininya sekitar 600 ribu. Satu bulan sekali ada Suplemen Ruang Baca, kalo dimuat honornya 500 ribu. Resensi buku honor 400 ribu.

Republika (www.republika.co.id): sekretariat@republika.co.id à ini buat Kolom Opini.


Suara Karya (www.suarakarya-online.com): redaksisk@yahoo.com
Ada Kolom Opini. Cerpen dan Puisi hari Sabtu. Honor Opini 150 ribu. Pemuatan bisa berminggu-minggu dan berbulan-bulan dari tanggal pengiriman. 

Suara Pembaruan (www.suarapembaruan.com): koransp@suarapembaruan.com
semua jenis tulisan dikirim ke imel itu. Ada Kolom Opini, Resensi Buku, Puisi dan Cerpen

Koran Jakarta (www.koran-jakarta.com)        : redaksi@koran-jakarta.com
(Setiap hari ada Kolom Opini (namanya Gagasan) dan resensi buku (Perada). Honor 400 ribu untuk Opini, Resensi buku 280 ribu.

Suara Merdeka (www.suaramerdeka.com): naskah@suaramerdeka.info dan wacana@gmail.com.
Ini koran Jawa Tengah, InsyaAllah bisa dicoba oleh penulis lain dari luar daerah. Ada rubrik khusus perempuan setiap Rabu, kirim ke perempuan_sm@yahoo.co.id

Catatan Tambahan :

1.      Untuk Rubrik Opini, secara umum tulisan berkisar 700-850 kata.
2.      Tulisan bisa dimuat satu hari setelah kirim, satu minggu, dua minggu atau bahkan dua bulan setelah kirim, umumnya juga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
3.      Selain actual, kenali karakter media dengan sering mengunjungi webnya masing-masing.
4.     Selain rubrik opini dan sejenisnya yang disediakan untuk publik, ada kolom khusus opini mahasiswa untuk beberapa media, ada pula media yang secara khusus memberi ruang untuk guru.
5.     Selain opini dan cerpen, ada kolom Gagasan, seperti opini tapi lebih singkat. Di beberapa media kadang disediakan juga honor. Media ini bisa menjadi proses pembelajaran awal sebelum benar-benar menulis opini.

Selamat mencoba dan berkarya…..