Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Tuesday, October 15, 2013

JACK THE GIANT SLAYER

KETIKA MITOS RAKSASA ADA DI DEPAN MATA


Apa yang akan kau lakukan ketika sebuah mitos tiba-tiba menjadi nyata? Hmm... sebuah film yang sangat menarik besutan sutradara handal yang telah berhasil menggarap X-Men, X2 dan Batman Return, Bryan Singer. Film ini sendiri bercerita tentang Jack yang diperani oleh Nicholas Hoult, seorang petani muda yang nggak pernah dianggap oleh pamannya sendiri lantaran selalu ceroboh. Sang paman tambah meradang ketika mendapati Jack  menjual kudanya pada seorang biarawan hanya ditukar dengan beberapa buah biji tanaman. Nah, ngeselin kan? Ehh nanti dulu..., ternyata biji tanaman itu bukan biji tanaman sembarangan lho. Itu biji tanaman ajaib. Biji tanaman itulah yang nantinya membawa Jack berpetualan ke negeri Raksasa di atas awan.
Sementara itu seorang putri raja bernama Isabelle (Eleanor Tomlinson) merasa hidupnya terkekang di kerjaan, untuk itulah sang putri yang sudah dijodohkan dengan Panglima licik bernama Roderick yang berhasil diperani dengan sangat "ngeselin" oleh Stanley Tucci pun meminta pada sang Raja untuk keluar istana.
Dari sanalah kemudian Isabelle dan Jack bertemu secara tidak sengaja. Saat hujan deras, sang Putri berteduh di rumah jack. Sayangnya pertemuan singkat itu malah menjadi sebuah malapetaka ketika tiba-tiba bibit tanaman milik Jack yang jatuh terkena air hujan, sehingga membuat bibit tanaman itu menjadi pohon raksasa yang meluluhlantakkan rumah Jack hingga menembus awan ke negeri Gantua, negeri para raksasa.  Nahlooo...
Saat Jack hendak menolong sang Putri, Jack malah terjatuh dari atas pohon ajaib, sehingga gelang sang Putri saja yang terselamatkan. Pada saat sang Raja dan pasukan datang, Jack menjelaskan bahwa sang Putri terbawa oleh pohon ajaib. Sang Raja Brahmwel (Ian Mc Shane)  akhirnya memerintahkan sang ksatria terbaiknya, Elmont (Ewan McGregor) untuk mencari sang Putri. Nah, Jack yang juga merasa bertanggung jawab atas hilangnya sang Putri pun ikut bersama, termasuk Roderick, panglima licik calon suami Isabelle. Maka perburuan mencari tuan Putri pun dilaksanakan, mereka harus menaiki pohon raksasa menuju ke negeri Gantua, negri para raksasa.
Film keren penuh petualangan ini sangat menarik untuk ditonton, di mana dalam film ini penuh dengan efek fisual yang bisa membuai mata kita untuk menjelajah dunia antah berantah serta tentu saja adegan-adegan yang mencekam saat para raksasa muncul dan menyerang manusia. Penasaran? Silahkan tonton filmnya, buat anak-anak juga aman, nggak ada adegan orang dewasanya kok hehehe.
@kalongking  
   
   

Monday, October 14, 2013

SURAT UNTUK PARA HANTU (NEW BOOK)

Pernahkah kalian melihat hantu? Ihhhh seram ya, jangankan melihat, mendengar ceritanya saja sudah membuat kita merinding. Lantas kenapa anak-anak kampung ini berani menulis surat untuk para hantu? Memangnya para hantu bisa membaca? Hm... kayaknya sih ada hantu yang pinter juga lho, buktinya surat yang mereka tulis dibalas oleh para hantu rumah tua. Nah lho...Mau baca surat dari para hantu? Yukkk beli bukunya dan baca cerita serunya di buku ini. Tapi ingat lho, bacanya jangan di tempat yang seram ya hehehe...

Sunday, September 08, 2013

PULAU PRAMUKA YANG ADUHAI




Betapa Tuhan menciptakan alam dengan keindahannya yang tiada tara
Langit yang membentang dengan warna nan elok, 
Laut terhampar dengan deburan ombak
warna-warni pelangi 
karang dan ikan-ikan berbagai rupa
menambah keindahan ciptaan sang Khalik untuk kita syukuri
.....

Cuplikan puisi di atas adalah penggambaran betapa indahnya alam Indonesia ciptaan Tuhan. Begitu indah sehingga tak habis diuraikan dengan berjuta kata. Inilah yang membuat saya ingin melukiskannya lewat tulisan setelah menikmati pemandangan alam nan elok di Pulau Pramuka salah satu kepulauan seribu.

Hari itu tanggal 3 September 2013 saya bersama tim kantor PT Triwarsana yang dipimpin oleh pak Helmy Yahya mengadakan Outing ke Pulau Pramuka. Kami berangkat dari Pantai Marina Ancol. Sebelum berangkat kami berkumpul terlebih dahulu di kantor kami yang berada di daerah Kemang Jakarta selatan.
Dari kantor, tim rombongan yang berjumlah sekitar 28 orang bersama-sama ke Marina menggunakan tiga buah mobil. Serunya dalam acara Outing ini, kami diharuskan memakai Dress code, misalnya pada saat berangkat yang laki-laki harus memakai kaos warna Pink (Pinky Boy hahaha jadi inget novel saya...) dan yang Perempuan menggunakan kaos Ungu, katanya sih biar kelihatan unyu hehhheee.

Ternyata sampai di Marina masih jam 07.00 wib sedangkan perahu yang akan membawa kami ke Pulau Pramuka berangkat jam 08.00 wib. Akhirnya kami pun menunggu selama kurang lebih satu jam. Untuk mengisi waktu menunggu akhirnya kami bercanda-canda, nyanyi-nyanyi gitaran, bahkan ada yang ssstttt main kartu! Yaoloh sempet-sempetnya yeee....
Tim pinky boy


Jam delapan lewat akhirnya kapal yang kami tunggu datang dan kami pun segera naik ke kapal bersama rombongan lain. 




Selama kurang lebih satu jam kami naik kapal menuju ke Pulau Pramuka. Dan selama di atas kapal kami pun unjuk narsis foto-foto jepret sana jepret sini biar gak ketinggalan moment langsung deh pada upload foto-foto mereka di media sosial.
Ini sebenarnya yang difoto pak Helmy Yahya tapi saya ikut ndompleng di belakang hehehe

Pingky Boy pake kacamata



 Setelah Boat sampai di Pulau Pramuka kami pun berdecak kagum melihat air laut yang begitu jernih sehingga terlihat ikan-ikan yang sedang menari-nari di dalam laut. Wow! Sungguh luar biasaaahhh! Bahkan saking napsunya ada yang mau njebur ke laut aja...ih norak akh.
Turun dari kapal rombongan langsung menuju penginapan. Nama penginapannya Penginapan Kedaton. Oleh Guidenya sebenarnya kami disuruh beristirahat dulu untuk persiapan Snorkling tapi malah pada cangkrukan eh bahasa Indonesianya apa sih, leyeh-leyeh ya? Atau istirahat gitu deh di balai-balai depan penginapan.
Mejeng dulu akh...


Penginapan Kedaton


Istirahat di balai-balai Kedaton

 Setelah istirahat dan makan siang, sekitar jam dua belas lewat kami meneruskan perjalanan menuju pulau Semak Daun untuk Snorkling. Menuju ke pulau Semak Daun kami mengunakan perayu kayu.
Menuju pulau semak daun untuk Snorkling

 Tidak lama kami pun sampai di Pulau semak daun. Nah di sinilah kami diajari menyelam dengan menggunakan peralatan lengkap. Awalnya beberapa orang menolak untuk ikut karena tidak bisa berenang. Yaoloh hari ginii gak bisa renang? Hahaha...Tapi mas Yudhi sang guide bilang bahwa untuk snorkling tidak harus bisa berenang karena menggunakan pelampung sehingga aman dan tidak akan tenggelam. Mendengar penjelasan dari sang guide akhirnya semua ikut. Nah gitu dong :) 
Sebelum latihan, guide mengajak kami untuk senam peregangan otot supaya nantinya pada saat menyelam otot tidak kram.
Bersiap-siap latihan Snorkling
Gaya alay gak jelas


Setelah selesai latihan dan pembiasaan alat snorkling tim pun dengan menggunakan perahu yang sama menuju tempat snorkling yaitu di tengah laut. Air yang berwarna biru jernih membuat kami tak sanggup lagi menahan napsu untuk segera menceburkan diri ke laut.


Puas ber-Snorkling di dua tempat yang berbeda, rombongan pun kemudian diajak berputar-putar menikmati keindahan alam yang eksotik di pulau Air.

Bergaya di Pulau Air
Puas menikmati pemandangan indah pulau Air, rombongan kemudian diajak untuk mengunjungi Nusa Keramba yaitu Aquarium tengah laut dan restoran apung serta penangkaran ikan Hiu. 
 
Selesai berkeliling rombongan pun akhirnya pulang menuju tempat penginapan. Selesai mandi sebagian ada yang tidur dan sebagian ada yang jalan-jalan menikmati pemandangan di sekitar penginapan sambil menikmati Sunset.
Malam harinya kami makan malam bersama dengan Dresscode Orange.

Selesai makan malam kami berkumpul di halaman penginapan untuk mengadakan acara yang kami tunggu-tunggu yaitu pembagian Doorprize. Wow!

Panitia pun menyiapkan berbagai game yaitu Lomba joget ala Caesar dan Lomba Jepit Asoy.
Acara pertama yang dibuka oleh MC dadakan (nunjuk diri sendiri) Hahaha..

Kemudian mendaulat Bapak Helmy Yahya selaku owner PT Triwarsana untuk memberikan kata sambutan. Sayangnya Pak Helmy saat itu sedang menerima telepon sehingga sambutan kemudian dilimpahkan kepada Mbak Reny. Dari Mbak Reny sambutan jadi estafet yang dilanjutkan oleh Bapak Zulkarnaen (Bang Jul) dan terakhir oleh Bapak Helmy Yahya.


Dalam sambutan singkatnya Pak Helmy Yahya memberikan motivasi kepada para karyawannya agar selalu semangat dan kreatif di era globalisasi serta menyebutkan beberapa program tv yang sedang dan akan jalan di beberapa stasiun Televisi Nasional.
Selesai sambutan dilanjutkan dengan goyang Caesar yang diikuti oleh semua peserta Outing.Banyak adegan lucu di acara ini. Semua ikut bergoyang dari yang hapal goyang Caesar seperti Mbak Yuni, sampai yang goyang suka-suka saja alias asal goyang gak jelas hahaha.



Selesai goyang bersama dilanjutkan dengan lomba Goyang Caesar yang hanya diikuti oleh beberapa peserta. Jurinya biar adil diambil dari orang luar yaitu sang guide, mas Yudhi. Dan dalam lomba ini dipilih dua pemenang Pria dan wanita. Untuk wanita tentu saja pemenangnya adalah mbak Yuni (eaaa ngapalinnya berapa bulan mbak?) dan dari kelompok pria pemenangnya adalah Pak satpam alias pak Nathan.

Setelah 30 doorprize terbagikan, peserta pun mengikuti acara lomba selanjutnya yaitu Lomba Jepit Asoy di mana dalam lomba ini terdiri dari 6 tim dan masing-masiang tim terdiri dari 5 orang peserta. Untuk memilih Tim, masing-masing peserta diharuskan mengambil balon yang berisi nama Timnya.


 
Lomba Jepit Asoy ini cara bermainnya adalah: Satu tim yang berisikan 5 orang berbaris ke belakang. Orang pertama yang berada di paling depan akan mengambil gulungan karton dengan cara menjepitnya di kaki kemudian memberikannya kepada orang kedua di belakangnya dan seterusnya hingga orang kelima.
Dalam permainan ini peserta ditutup kedua matanya serta diikat kedua tangannya (pada saat final) dan pemenangnya adalah tim yang paling  cepat mengumpulkan gulungan karton.

Priiittttt...! Lomba di mulai, waaa serunya...eh hati-hati lho salah jepit hahaha...


 Bismillah semoga bukan bangku yang saya jepit :))

Romeeooo di mana kamuuuu..... aku di sini Juliettt...

 Kita pegangan tangan aja yukkkk

Kok lawan saya kursi bukan orang? Ihhhh curang deh cyynn...

 Eaaa ada yang curang pake tangan niihh...

Dalam Lomba ini kami semua tertawa melihat tingkah polah kami yang lucu, narsis, heboh dan macam-macam. Pokoknya seru dan semua menikmati permainan ini.
Selesai acara lomba kami pun kembali dihidangi ikan bakar hmmm yummy... dan begitu perut kenyang, rombongan dipersilahkan untuk istirahat. Sebagaian ada yang istirahat di dalam kamar, dan sebagian ada yang menikmati malam di luar, main gitar, main kartu atau tiduran sambil memandangi Bintang.

Keesokan harinya setelah sarapan pagi dengan wajah yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng dengan Dress code Biru untuk pria dan merah untuk perempuan, kami pun kembali jalan. Kali ini rombongan diajak menuju ke penangkaran Penyu sisik. Mangrove, Biota Laut dan Banana boat.


 
Selesai melihat penangkaran Penyu sisik, Mangrove dan Biota laut, terakhir rombongan bermain Banana Boat. Tapi sayangnya rombongan harus menunggu karena ada trouble pada bagian Banana Boat :(.

 Dasar narsis sambil menunggu pun masih sempat poto-poto :)

 Setelah menunggu lumayan lama akhirnya Banana boat pun datang dan kami berteriak horeeee! Tanpa menunggu waktu kami segera memakai baju pelampung untuk naik ke atas Banana boat yang sudah menanti.






Setelah selesai acara Banana boat, hari itu rombongan pulang ke penginapan untuk mandi dan bersiap-siap kembali ke Jakarta. Tapi rasanya kok tidak mau pulang ya? Hehehe..
Selesai mandi dan bersiap-siap, rombongan tidak lupa makan siang bersama.


Dan seperti biasa sebelum pulang kami bernarsis-narsisan dulu...




Tepat jam 14.30 wib akhirnya rombongan pun pulang kembali ke Jakarta. Wah rasanya enggan untuk pulang dan ingin terus berada di pantai menikmati pasir putih. Dua hari yang sangat menyenangkan pun tak akan pernah terlupakan dalam memori otak kami. Dua hari di Pulau Pramuka, sesuatu yang sangat berkesan. Sepanjang perjalanan pun kami berbisik, semoga kami bisa kembali lagi ke sana menikmati indahnya panorama alam ciptaan Tuhan...
Sumber foto: dok pribadi dan pulauseribu.co
@kalongking

DETEKTIF TANPA NAMA

Judul: Detektif tanpa nama
Penerbit: Qibla
Genre: Novel anak Islami
Tebal: 100 hal
Harga: Rp. 25.000,-
Tahun terbit 2013

Sinopsis:
Farik, Farisya, Ali dan Dio adalah empat anak pemberani pecinta dongeng. Mereka senang sekali mendengarkan dongeng dari seorang kakek bernama Kakek Warso yang tinggal di atas bukit.
Suatu hari kakek Warso hilang secara misterius bersama buku-buku dongengnya. Waduh kok bisa? Di manakah sebenarnya kakek Warso? Kenapa tiba-tiba menghilang secara misterius? Dan kenapa buku-buku dongengnya juga hilang?
Baca kisah serunya yuk di novel Detektif tanpa nama ini, sudah tersedia di toko buku seluruh Indonesia lho... 

Wednesday, June 26, 2013

Kisah dan bukti nyata 25 Nabi dan Rosul


Buku tentang Kisah 25 Nabi dan Rosul selama ini sudah sering kita baca, tapi buku yang ini berbeda, di sini kamu bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan dan bukti-bukti nyata keberadaan mereka, silahkan yang berminat untuk memiliki buku ini, sudah tersedia di toko buku seluruh Indonesia....

Benarkah kota Batam sebagai surganya belanja Elektronik?

Dari Bandara Soekarno Hatta sore itu saya naik pesawat Garuda dengan tujuan kota Batam. Perjalanan sekitar satu jam setengah tapi beruntung saya naik pesawat yang dapat jatah makan dan bisa mendengarkan musik atau melihat film di dalam pesawat hehehe dasar wong ndeso!. Tapi Garuda memang topdah.

Yang ada dalam benak saya ketika hendak mengunjungi kota Batam, adalah elektronik yang kabarnya murah meriah. Bahkan beberapa teman sempat pada nitip, "kalo ada elektronik murah, beliin," katanya.Hehehe enak saja pada nitip tapi duitnya pada nggak mau ngasih emangnya saya juragan jengkol? Hiihihi.
Sepanjang perjalanan itu saya berpikir, apakah demikian? Batam itu barang-barang elektronik murah? Hmmm karena ttidak mau mengandalkan omongan orang saja, saya pun lantas nanya ke om gugel dan jawabannya memang beragam, ada yang men-iyakan ada juga yang tidak meng-iyakan. Jadi mana yang benar?
Pesawat berhasil mendarat di Bandara internasional Hang Nadim Batam sekitar pukul 17.15 wib. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Batam. Dari Bandara kemudian saya menuju ke hotel tempat saya menginap.Jaraknya lumayan jauh ditempuh dengan menggunakan taksi sekitar kurang lebih 45 menit, itupun karena tidak ada macet. Batam memang bukan Jakarta, jadi tidak ada jalanan macet. Tapi menurut informasi dari pak Supir taksi, ada beberapa jalanan yang juga sering terkena macet. Tapi tentu saja macetnya tidak seperti Jakarta yang naudju billah.
Nah ternyata taksi di kota Batam itu hanya taksi bandara saja yang menggunakan argo lho, sementara taksi yang beroperasi di jalanan semuanya mengunakan tarif mulut alias tawar menawar. Jadi sebelum naik taksi, kita harus pandai-pandai menawar, jika tidak bisa kena tepu hahaha.


Melihat kota Baram, seperti melihat kota kecil yang tertata rapi. Penduuduknya tidak terlalu padat seperti di pulau Jawa apalagi Jakarta. Hahaha kenapa saya selalu membandingkan dengan Jakarta ya? Ya iyalah beda jauh. Jakarta itu penduduknya kurang lebih (kata om gugel) sekitar 10.187.595 jiwa itu pada tahun 2011, sementara Batam hanya 1.025.044 jiwa.
Suhu udara kota Baram tidak terlalu berbeda jauh dengan Jakarta, panas. Mungkin karena Batam juga dekat dengan Laut. Dan kebetulan Hotel tempat saya menginap dekat dengan laut di mana ada Dermaga tempat penyeberangan kapal-kapal Ferry yang menuju ke Singapore. Hadeuuh, sayang sayanya gak punya pasport hehehe dasar ndeso!
Dari karyawan hotel, saya mendapatkan info bahwa lewat Dermaga bisa melihat kota Singapore. Besoknya saya pun berusaha untuk membuktikannya dengan mendatangi Dermaga. Sayangnya  saat itu Batam sedang dalam suasana kabut. Oh bukan kabut, tapi asap tepatnya. Kabarnya sudah tiga hari kota Batam diselimuti asap tebal akibat pembakaran hutan di kepulauan Riau. Hm...Dan saya pun gagal melihat kota Singapore dari Dermaga.
Selama empat hari saya tidak bisa keluar hotel untuk jalan-jalan, ya tentu saja saya kan ke Batam bukan untuk jalan-jalan hehehe tapi memang sedang dalam rangka tugas. Nah, di hari kelima, barulah saya bebas. Saya pun sudah tidak sabar ingin membuktikan kebenaran bahwa Batam adalah surganya elektronik.
Yang pertama saya datangi adalah NAGOYA HILL Mall, sebuah mall yang berada di kawasan jantung kota Batam yaitu di jalan Teuku Umar. Mall ini sangat terkenal di kota Batam. Ternyata mall yang dikelilingi oleh perkantoran, toko, Rumah sakit, sampai terminal Feri ini sangat luas.
Di dalamnya terdapat begitu banyak toko yang menjual segala rupa dari makanan, pakaian, tas, aksesories, parfum dan lain-lain. Nah, menurut info, di mall ini barang-barangnya sangat murah terutama tas, sepatu, parfum. Saya pun lantas membuktikan kebenaran itu.
Dari pantaun saya, memang di sana terdapat banyak tas, parfum, baju dengan merek-merek branded luar negeri tapi kalo ditilik dengan teliti akan terlihat perbedaannya apakah barang itu asli atau palsu. Jadi jangan tertipu, pakailah prinsip "Teliti sebelum membeli," biar selamat heheheh....



Lokasi di dalam Nagoya hill Batam
foto.diansmk1btm.worpres.com


Setelah beli ini itu, dari Nagoya Hill saya kemudian melanjutkan perjalanan ke LUCKY PLAZA yang (lagi-lagi) kabarnya di tempat penjualan elektronik kota Batam itulah segala elektronik dijual murah. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Nagoya Hill, cukup jalan kaki dan menyeberang jalan sekitar 300 - 400 meteran.
Sampai di Lucky Plaza saya sempat terbengong. Ternyata lokasinya hampir mirip dengan pusat perbelanjaan Glodok Plaza yang ada di daerah Kota Jakarta Pusat. Dan di sana memang terdapat banyak elekronik, lengkap, seperti di Glodok. Hanya saja di sini tidak ada kaset vcd dan Dvd bajakan hehehehe.
Saya pun kemudian menyusuri pertokoan elektronik itu. Di beberapa toko saya empat mampir dan tanya-tanya barang (cuma tanya doang hehehe) dan dari jawaban mereka, saya akhirnya dapat menyimpulkan, bahwa ternyata tidak ada yang namanya elektronik murah meriah seperti yang selama ini saya dengar. Hadeeuuh! Informasi menyesatkan!
Dari info yang saya dapatkan, memang ada beberapa elektronik seperti handphone jenis Blackberry yang harganya terpaut 100 sampai 200 ribu itupun bukan distributor resmi tapi garansi toko. Ketika saya bertanya lebih jauh tentang handphone produk china yang kabarnya membanjiri Batam, ternyata itu tidak ada. Jadi kabar Batam sebagai surganya elektronik, sama sekali tidak benar.


 Nagoya hill Batam
enjoybatam.com




 Lucky plaza Batam
streetdirectory.com.

Besoknya saya pun balik ke Jakarta dengan membawa jawaban yang selama ini menjadi teka-teki tentang kota Batam.Batam yang kabarnya sebagai surganya elektronik ternyata hanya isapan jempol saja. Jadi, masih mau mencari elektronik di kota Batam? Silahkan lho...