Bebas berimajinasi
Total Pageviews
Wednesday, January 20, 2016
Dilwale
Dhoop se nikal ke
Chhanv She Pisal ke
Hum mile Jahaan Par Lamha Tham Gaya...
setelah keluar dari terik matahari...
tergelincir jauh dari tempat bernaung
tempat di mana kita bertemu
waktupun berhenti di sana
Itulah kira-kira potongan syair lagu Gerua, lagu India yang menjadi soundtrak dari film India berjudul Dilwale. Hm... lagu-lagu India memang syairnya terdengar manis.
Setelah sekian lama... akhirnya kedua bintang Bolywood kembali bermain bersama di dalam Film Dilwale ini. Yup, siapa lagi kalau bukan Shah Rukh Khan dan Kajool. Pasangan yang berhasil mendunia berkat kepiawaian akting mereka di film Kuch-Kuch Hotahai ini kembali bermain bersama di film ini.
Film Dilwale ini bercerita tentang Raj (Shah Rukh Khan) yang terlibat dalam dunia gangster. Ia dikhianati oleh seorang wanita yang sangat ia cintai, yaitu Meera. Tanpa diduga Raj kembali bertemu dengan Meera setelah 15 tahun lamanya yaitu melalui kisah cinta sang adik, Veer yang menyukai gadis bernama Ishita. Ishita tidak lain dan tidak bukan adalah adik dari Meera.
Meskipun keduanya, baik Raj maupun Meera masih belum bisa memaafkan karena masa lalu mereka, tetapi keduanya tidak bisa memungkiri bahwa masih ada perasaan cinta yang terpendam. Bisa dibayangkan, selanjutnya adalah jalinan kisah cinta yang penuh intrik dan bumbu komedi dan tentu saja, tarian dan lagu Indiahe..
@kalongking
Tuesday, November 24, 2015
Wanita Yang sangat mengInspirasi
Sosok wanita hebat ini tidaklah familier. Ya, tentu saja, karena beliau bukanlah artis atau public figure. Lalu tahukah anda siapa beliau?
Nah, mungkin anda yang lahir pada era tahun 70-an atau 80an, masih ingat dengan buku Pelajaran Bahasa Indonesia di SD kan?
Nah ini dia penampakkan bukunya...
Hm... flashback zaman dahulu nih. Kita tentu masih ingat dengan buku ini dong. Di mana kita diajarkan tentang metode membaca dalam peraga buku Bahasa Indonesia yang terkenal ini, yaitu
Ini Budi
Ini Ibu Budi
Ini Bapak Budi
Nah... foto wanita hebat yang ada di atas adalah penemu/penggagas buku metode peraga bahasa Ini Budi yang juga disebut Struktur Analitik Sintetik (SAS) Bahasa Indonesia untuk kelas satu SD ini.
Ya, beliau adalah Siti Rahmani Rauf. Wanita yang tinggal di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini kini berusia 96 tahun.
Sekilas tentang Ibu Siti Rahmani Rauf
Nama lengkapnya Siti Rahmani Rauf. Lahir di Padang pada 5 Juni 1919. Beliau biasa disapa dengan Ibu Ani. Mantan kepala sekolah tanah abang 5 Jakarta Pusat ini terkenal dengan karyanya yang berupa buku pelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar (SD). Khususnya untuk murid-murid SD kelas 1 s.d. 3. Berkat buku yang diciptakan itulah nama beliau dikenal luas oleh mereka yang pernah mengenyam pendidikan SD di era tahun 1980-an dari seluruh Indonesia.
Beliau adalah seorang guru kreatif, dan inspiratif yang amat langka dimiliki bangsa kita.
Mantan guru di jaman Belanda yang bergaji 25 gulden Belanda ini baru diangkat menjadi guru pemerintah (PNS saat ini) pada tahun 1937. Beliau pensiun sebagai mantan kepala sekolah SDN Tanah Abang 5 pada tahun 1976.
Ide membuat buku paket bahasa Indonesia berangkat dari kegelisahan ibu Ani terhadap metode pembalajaran yang ada. Pada saat upgrading guru-guru, dan kepala sekolah oleh penilik sekolah, penggunaan system ejaan dalam pelajaran bahasa Indonesia belum menggunakan system Analisa Sintesa (SAS). Oleh karena itu beliau memiliki ide untuk membuat buku pelajaran belajar membaca yang berbeda dari yang ada. Ide beliau itu beliau tulis tangan lengkap dengan visualisasi gambar, dan beliau kirimkan kepada penerbit pemerintah di bawah naungan pendidikan dan kebudayaan sekitar tahun 1980-an.
Di usianya yang sudah senja, Ibu Ani masih gemar membaca buku lho, terutama novel berbahasa Belanda.
Nah, ternyata buku yang beliau susun sangat digemari oleh para guru pada saat itu. Banyak guru memakai buku itu untuk mengajarkan membaca kepada para murid SD, sehingga buku karya beliau dicetak dalam jumlah banyak dan tersebar ke seluruh daerah yang ada di Indonesia. Beliaupun mendapatkan hadiah berupa Ongkos Naik Haji (ONH) dari penerbit di tahun 1986.
Sungguh besar jasamu Ibu, khususnya bagi kami yang pernah merasakan manfaat buku Bahasa Indonesia yang kau ciptakan ini. Di Hari Guru ini sudah selayaknya kita menghaturkan banyak rasa Terima kasih kepada beliau atas pelajaran yang sangat berharga ini. Dan kita harus belajar pada apa yang telah Beliau lakukan, untuk menciptakan sesuatu yang berguna bagi banyak orang.
Dari berbagai sumber.
sumber: Wijayalabs.com
Saturday, October 31, 2015
Mendongeng Yuk
Tahukah anda, bahwa menurut para pakar Psikologi anak, mendongeng dapat menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Di dalam buku dongeng terdapat berbagai macam karakter yang dapat membuat si anak berimajinasi.
Yuk tumbuhkan minat baca anak sejak dini dengan mendongeng untuk anak...
Buku Dongeng Nusantara ini, berisi 34 dongeng dan cerita rakyat dari seluruh nusantara. Tidak hanya itu, dalam buku ini juga banyak terdapat ilustrasi-ilustrasi menarik dan komik yang lucu sehingga akan membuat anak-anak senang untuk membacanya.
Buku Dongeng Nusantara terbitan Pelangi Indonesia ini sudah tersedia di toko buku terdekat di kota anda seperti Gramedia, Gunung Agung, Kharisma atau toko buku online.
Selamat mendongeng...
@kalongking
Thursday, August 06, 2015
Cerita Inspirasi 2
Kepala Ayam
ilustrasi by: www.pd4pic.com
Pekerjaann suaminya yang hanya sebagai tukang kuli panggul di pasar tradisional, membuatnya harus pandai-pandai mengatur keuangan yang tidak seberapa. Belum lagi untuk membiayai kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
"Belilah seekor ayam untuk lauk makan kita hari ini," kata sang suami ketika suatu hari ia mendapatkan rezeki yang cukup lumayan.
Maka Lastri pun bergegas ke pasar untuk membeli seekor ayam. Sesampai di rumah, dimasaknya ayam itu, setelah sebelumnya ia potong menjadi beberapa bagian. Ketika ia memotong bagian kepala ayam, Lastri teringat akan suaminya. Setiap ada kesempatan memasak ayam, suaminya paling suka sekali dengan kepala ayam. Sementara ia dan kedua anaknya paling tidak suka dengan kepala ayam.
Ketika makan malam tiba, Lastri pun menghidangkan makan malam itu dengan lauk ayam. Disendoknya nasi untuk sang suami dan kedua anak-anaknya.
"Asyikkk kita makan ayam!" teriak anak bungsunya dengan mata berbinar.
"Alhamdulillah, Ayah mendapatkan rezeki lebih," kata Lastri. Ia selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu bersyukur dengan apa yang didapat, sekecil apapun itu.
Setelah membagikan daging ayam kepada kedua anaknya, Lastri kemudian mengambil kepala ayam untuk suaminya.
sang suami begitu lahapnya makan dengan lauk kepala ayam.
"Hm... enak sekali masakan Ibu," puji sang suami sambil menggigit kepala ayam. Ia tak pernah bosan memuji masakan istri tercintanya itu.
Tiba-tiba Lastri berpikir untuk menanyakan perihal kecintaan suaminya itu dengan makan kepala ayam.
"Ayah, kenapa sih Ayah suka sekali dengan kepala Ayam?" tanya Lastri.
"Iya Yah, kepala Ayam kan tidak enak," sambar si sulung.
"Betul Yah, kami semua tidak suka dengan kepala ayam." kata si bungsu.
Sang suami tersenyum. "Untuk itulah Ayah makan kepala ayam."
"Maksudnya?" tanya Lastri penasaran.
"Karena kalian tidak suka dengan kepala ayam, maka Ayah lah yang makan kepala ayam itu, agar kalian bisa menikmati daging-daging ayamnya."
Sungguh terkejut Lastri mendengarnya. Betapa sang suami adalah seorang Ayah yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Bahkan untuk makan pun, ia rela hanya memakan kepala ayam yang tidak disukai oleh istri dan anak-anaknya. Betapa besar perhatian dan rasa sayang sang suami terhadap Lastri dan anak-anaknya. Lastri pun terharu. Ia benar-benar kagum pada sang suami tercintanya itu. Tanpa sadar Lastri menitikkan air mata bahagia.
***
Wednesday, August 05, 2015
Cerita Inspirasi 1
Kasih sayang Ibu yang tak pernah kita sadari...
ilustrasi by: guraru.org
Suatu
hari lantaran tidak dibelikan Handphone terbaru seperti milik teman-temannya, seorang
anak marah kepada Ibunya. Ia menganggap Ibunya tidak lagi sayang dan perhatian
terhadapnya. Karena kesal maka anak itupun kemudian ngambek dan pergi dari
rumah.
Si anak berjalan jauh hingga kelelahan.
Uang disakunya pun habis untuk membeli makanan dan minuman. Kini ia tidak lagi memiliki uang. Bahkan
untuk membeli segelas minuman air tawar pun ia tidak berdaya.
Di siang yang panas, si anak duduk di bawah
pohon dekat tukang cendol sambil membayangkan segarnya es cendol yang masuk
kerongkongannya ketika diminum. Si anak hanya bisa menelan ludah dan menahan
rasa hausnya.
Si
tukang cendol yang saat itu melihat si anak sedang duduk, segera menghampirinya.
“Sedang
apa kau di sini, nak?” tanya si tukang cendol.
“Sedang
istirahat, Pak.”
“Kamu
sedang menunggu seseorang?” tanya si tukang cendol lagi.
Si
anak menggeleng. “Aku kabur dari rumah.” Sahutnya.
“Mau
minum?” tawar si tukang cendol.
Dengan
tegas si anak menggeleng. “Aku kehabisan uang,” katanya jujur.
“Oh,
kalau begitu biar Bapak kasih gratis buat kamu,” kata si tukang cendol iba.
Maka si tukang cendol pun kemudian
membuatklan segelas es cendol dan diberikannya kepada anak itu. Dengan sekali
tenggak, es cendol habis masuk kerongkongan kering anak itu.
“Terima kasih Pak,” kata si anak itu. “Bapak
baik sekali mau memberikan es cendol ini gratis kepadaku.”
Si tukang cendol tersenyum. “Akh, hanya
segelas es cendol saja.”
“Aku heran,” kata si anak itu lagi. “Bapak
yang baru saja aku kenal, begitu baik dan perhatian kepadaku, sementara Ibuku?
Ia bahkan tidak perduli dengan kepergianku.”
“Nak,” kata si tukang cendol. “Kamu baru
saja dikasih es cendol sudah memuji sampai sebegitunya. Tapi pernahkah kamu
berterima kasih pada Ibumu yang sudah banyak memberi kepadamu?”
“Memberi apa?” tanya anak itu.
“Banyak. Banyak sekali.” Jawab si tukang
cendol. “Coba kamu pikirkan dan ingat baik-baik. Ibumu mengandungmu selama Sembilan
bulan. Setelah kau lahir, ia juga memberikan kasih sayang dan merawatmu dengan penuh
rasa cinta.”
Si anak terdiam berpikir.
“Bahkan ketika kau menginjak dewasa, Ibumu
pun masih memberikan kasih sayang dan perhatian kepadamu. Apakah kamu tidak pernah
berpikir, bahwa Ibumu selama ini telah memberikan banyak sekali kepadamu dan tanpa
mengharapkan imbalan apapun darimu?”
Si anak tiba-tiba tersadar. Ternyata benar
kata si tukang cendol. Selama ini Ibunya telah memberikan banyak sekali
kepadanya, akan tetapi si anak tidak pernah menyadari hal itu. Sungguh teganya jika
ia mengatakan bahwa Ibunya adalah orang yang tidak pernah perduli terhadapnya.
Tanpa
disadarinya, buliran kristal bening menetes dari kedua sudut mata si anak itu.
Ia benar-benar menyesal telah pergai dari rumah meninggalkan Ibunya.
Maka si anak itu pun kemudian pulang ke
rumah. Sesampainya di rumah, tanpa ia duga sang Ibu menyambutnya dengan mata
yang sembab akibat menangis.
“Akhirnya kau pulang juga, Nak.” Sambut sang
Ibu dengan senang. “Ibu sangat menghawatirkanmu. Masuklah, Ibu sudah siapkan
makanan kesukaanmu di meja makan.”
Si anak langsung memeluk Ibunya dengan erat
sambil menangis. “Maafkan aku Ibu, betapa aku sangat berdosa telah menyakiti
perasaanmu.”
Sungguh, betapa kasih sayang dan perhatian
Ibu tidak pernah bisa terbalas oleh apapun. Pengorbanannya begitu tulus dan
tanpa mengharapkan imbalan apapun dari anak-anaknya. Lalu sebagai anak,
pernahkah kita berpikir untuk membahagiakan Ibu kita? Mari peluk Ibu sebagai tanda
rasa sayang dan cinta kita terhadap beliau.
***
Monday, July 27, 2015
Tak selamanya Horor itu menyeramkan...
Bagaimana reaksi kita ketika melihat film horor? Takut? Merasa seram? Merinding? Hm... tidak apa-apa kok, itu memang manusiawi. Cerita-cerita yang menyeramkan selalu membuat orang merasa seram atau ketakutan, tapi anehnya cerita-cerita seram selalu menagih dan membuat kita penasaran.
Apakah itu rasa takut? Rasa takut adalah sebuah perasaan yang muncul secara kompulsif terhadap sebuah objek tertentu, nah inilah yang dinamakan rasa takut atau gangguan kecemasan.
Ternyata horor tidak selamanya menakutkan lho, contohnya di dalam buku Horror science Quiz ini. Buku setebal 200 halaman terjemahan Korea yang diterbitan elexmedia komputindo ini tidak hanya menceritakan cerita-cerita seram yang tentu saja dibuat menarik dengan bahasa komik, sehingga tidak ada kesan seram sedikitpun ketika kita membacanya, bahkan kita akan tersenyum melihat kelucuan-kelucuan para tokohnya seperti Jjongi si pembuat onar yang lucu dan selalu membuat masalah, Ttori, walaupun penakut tetapi memiliki rasa keingintahuan yang besar mengenai segala sesuatu yang berbau horor..
Buku Horror Sceince Quiz ini juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengatasi rasa takut, serta keterangan-keterangan yang muncul di setiap akhir cerita yang tidak berdasarkan pada ilmiah, membuat pembaca khususnya anak-anak memahaminya secara akurat.
Spesifikasi Buku
ISBN: 9786020213927
Alih bahasa: Deni Supriyadi
Ukuran: 15 X 22 Cm
Cover: Soft Cover
Tebal: 200
Media: KOMIK
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Apakah itu rasa takut? Rasa takut adalah sebuah perasaan yang muncul secara kompulsif terhadap sebuah objek tertentu, nah inilah yang dinamakan rasa takut atau gangguan kecemasan.
Ternyata horor tidak selamanya menakutkan lho, contohnya di dalam buku Horror science Quiz ini. Buku setebal 200 halaman terjemahan Korea yang diterbitan elexmedia komputindo ini tidak hanya menceritakan cerita-cerita seram yang tentu saja dibuat menarik dengan bahasa komik, sehingga tidak ada kesan seram sedikitpun ketika kita membacanya, bahkan kita akan tersenyum melihat kelucuan-kelucuan para tokohnya seperti Jjongi si pembuat onar yang lucu dan selalu membuat masalah, Ttori, walaupun penakut tetapi memiliki rasa keingintahuan yang besar mengenai segala sesuatu yang berbau horor..
Buku Horror Sceince Quiz ini juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengatasi rasa takut, serta keterangan-keterangan yang muncul di setiap akhir cerita yang tidak berdasarkan pada ilmiah, membuat pembaca khususnya anak-anak memahaminya secara akurat.
Spesifikasi Buku
ISBN: 9786020213927
Alih bahasa: Deni Supriyadi
Ukuran: 15 X 22 Cm
Cover: Soft Cover
Tebal: 200
Media: KOMIK
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Subscribe to:
Posts (Atom)









