Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Saturday, October 31, 2015

Mendongeng Yuk





Tahukah anda, bahwa menurut para pakar Psikologi anak, mendongeng dapat menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Di dalam buku dongeng terdapat berbagai macam karakter yang dapat membuat si anak berimajinasi.

Yuk tumbuhkan minat baca anak sejak dini dengan mendongeng untuk anak...


 

Buku Dongeng Nusantara ini, berisi 34 dongeng dan cerita rakyat dari seluruh nusantara. Tidak hanya itu, dalam buku ini juga banyak terdapat ilustrasi-ilustrasi menarik dan komik yang lucu sehingga akan membuat anak-anak senang untuk membacanya.





Buku Dongeng Nusantara terbitan Pelangi Indonesia ini sudah tersedia di toko buku terdekat di kota anda seperti Gramedia, Gunung Agung, Kharisma atau toko buku online. 
Selamat mendongeng... 

@kalongking
 


Thursday, August 06, 2015

Cerita Inspirasi 2

Kepala Ayam


ilustrasi by: www.pd4pic.com

Bagi Lastri, makan dengan lauk ayam adalah makanan yang sangat istimewa dan mewah. Bagaimana tidak, hampir setiap hari ia hanya memasak sayur dengak lauk tahu dan tempe. Bahkan ketika ia benar-benar tidak memiliki uang, Lastri hanya membuat kan sambal sebagai lauk makan untuk suami dan kedua anaknya.
Pekerjaann suaminya yang hanya sebagai tukang kuli panggul di pasar tradisional, membuatnya harus pandai-pandai mengatur keuangan yang tidak seberapa. Belum lagi untuk membiayai kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
"Belilah seekor ayam untuk lauk makan kita hari ini," kata sang suami ketika suatu hari ia mendapatkan rezeki yang cukup lumayan.
Maka Lastri pun bergegas ke pasar untuk membeli seekor ayam. Sesampai di rumah, dimasaknya ayam itu, setelah sebelumnya ia potong menjadi beberapa bagian. Ketika ia memotong bagian kepala ayam, Lastri teringat akan suaminya. Setiap ada kesempatan memasak ayam, suaminya paling suka sekali dengan kepala ayam. Sementara ia dan kedua anaknya paling tidak suka dengan kepala ayam.
Ketika makan malam tiba, Lastri pun menghidangkan makan malam itu dengan lauk ayam. Disendoknya nasi untuk sang suami dan kedua anak-anaknya.
"Asyikkk kita makan ayam!" teriak anak bungsunya dengan mata berbinar.
"Alhamdulillah, Ayah mendapatkan rezeki lebih," kata Lastri. Ia selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu bersyukur dengan apa yang didapat, sekecil apapun itu.
Setelah membagikan daging ayam kepada kedua anaknya, Lastri kemudian mengambil kepala ayam untuk suaminya.
sang suami begitu lahapnya makan dengan lauk kepala ayam.
"Hm... enak sekali masakan Ibu," puji sang suami sambil menggigit kepala ayam. Ia tak pernah bosan memuji masakan istri tercintanya itu.
Tiba-tiba Lastri berpikir untuk menanyakan perihal kecintaan suaminya itu dengan makan kepala ayam.
"Ayah, kenapa sih Ayah suka sekali dengan kepala Ayam?" tanya Lastri.
"Iya Yah, kepala Ayam kan tidak enak," sambar si sulung.
"Betul Yah, kami semua tidak suka dengan kepala ayam." kata si bungsu.
Sang suami tersenyum. "Untuk itulah Ayah makan kepala ayam."
"Maksudnya?" tanya Lastri penasaran.
"Karena kalian tidak suka dengan kepala ayam, maka Ayah lah yang makan kepala ayam itu, agar kalian bisa menikmati daging-daging ayamnya."
Sungguh terkejut Lastri mendengarnya. Betapa sang suami adalah seorang Ayah yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Bahkan untuk makan pun, ia rela hanya memakan kepala ayam yang tidak disukai oleh istri dan anak-anaknya. Betapa besar perhatian dan rasa sayang sang suami terhadap Lastri dan anak-anaknya. Lastri pun terharu. Ia benar-benar kagum pada sang suami tercintanya itu. Tanpa sadar Lastri menitikkan air mata bahagia.
***






Wednesday, August 05, 2015

Cerita Inspirasi 1

Kasih sayang Ibu yang tak pernah kita sadari...


ilustrasi by: guraru.org
 
Suatu hari lantaran tidak dibelikan Handphone terbaru seperti milik teman-temannya, seorang anak marah kepada Ibunya. Ia menganggap Ibunya tidak lagi sayang dan perhatian terhadapnya. Karena kesal maka anak itupun kemudian ngambek dan pergi dari rumah.
            Si anak berjalan jauh hingga kelelahan. Uang disakunya pun habis untuk membeli makanan dan minuman.  Kini ia tidak lagi memiliki uang. Bahkan untuk membeli segelas minuman air tawar pun ia tidak berdaya.
Di siang yang panas, si anak duduk di bawah pohon dekat tukang cendol sambil membayangkan segarnya es cendol yang masuk kerongkongannya ketika diminum. Si anak hanya bisa menelan ludah dan menahan rasa hausnya.
Si tukang cendol yang saat itu melihat si anak sedang duduk, segera menghampirinya.
“Sedang apa kau di sini, nak?” tanya si tukang cendol.
“Sedang istirahat, Pak.”
“Kamu sedang menunggu seseorang?” tanya si tukang cendol lagi.
Si anak menggeleng. “Aku kabur dari rumah.” Sahutnya.
“Mau minum?” tawar si tukang cendol.
Dengan tegas si anak menggeleng. “Aku kehabisan uang,” katanya jujur.
“Oh, kalau begitu biar Bapak kasih gratis buat kamu,” kata si tukang cendol iba.
Maka si tukang cendol pun kemudian membuatklan segelas es cendol dan diberikannya kepada anak itu. Dengan sekali tenggak, es cendol habis masuk kerongkongan kering anak itu.
“Terima kasih Pak,” kata si anak itu. “Bapak baik sekali mau memberikan es cendol ini gratis kepadaku.”
Si tukang cendol tersenyum. “Akh, hanya segelas es cendol saja.”
“Aku heran,” kata si anak itu lagi. “Bapak yang baru saja aku kenal, begitu baik dan perhatian kepadaku, sementara Ibuku? Ia bahkan tidak perduli dengan kepergianku.”
“Nak,” kata si tukang cendol. “Kamu baru saja dikasih es cendol sudah memuji sampai sebegitunya. Tapi pernahkah kamu berterima kasih pada Ibumu yang sudah banyak memberi kepadamu?”
“Memberi apa?” tanya anak itu.
“Banyak. Banyak sekali.” Jawab si tukang cendol. “Coba kamu pikirkan dan ingat baik-baik. Ibumu mengandungmu selama Sembilan bulan. Setelah kau lahir, ia juga memberikan kasih sayang dan merawatmu dengan penuh rasa cinta.”
Si anak terdiam berpikir.
“Bahkan ketika kau menginjak dewasa, Ibumu pun masih memberikan kasih sayang dan perhatian kepadamu. Apakah kamu tidak pernah berpikir, bahwa Ibumu selama ini telah memberikan banyak sekali kepadamu dan tanpa mengharapkan imbalan apapun darimu?”
Si anak tiba-tiba tersadar. Ternyata benar kata si tukang cendol. Selama ini Ibunya telah memberikan banyak sekali kepadanya, akan tetapi si anak tidak pernah menyadari hal itu. Sungguh teganya jika ia mengatakan bahwa Ibunya adalah orang yang tidak pernah perduli terhadapnya.
 Tanpa disadarinya, buliran kristal bening menetes dari kedua sudut mata si anak itu. Ia benar-benar menyesal telah pergai dari rumah meninggalkan Ibunya.
Maka si anak itu pun kemudian pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, tanpa ia duga sang Ibu menyambutnya dengan mata yang sembab akibat menangis.
“Akhirnya kau pulang juga, Nak.” Sambut sang Ibu dengan senang. “Ibu sangat menghawatirkanmu. Masuklah, Ibu sudah siapkan makanan kesukaanmu di meja makan.”
Si anak langsung memeluk Ibunya dengan erat sambil menangis. “Maafkan aku Ibu, betapa aku sangat berdosa telah menyakiti perasaanmu.”
Sungguh, betapa kasih sayang dan perhatian Ibu tidak pernah bisa terbalas oleh apapun. Pengorbanannya begitu tulus dan tanpa mengharapkan imbalan apapun dari anak-anaknya. Lalu sebagai anak, pernahkah kita berpikir untuk membahagiakan Ibu kita? Mari peluk Ibu sebagai tanda rasa sayang dan cinta kita terhadap beliau.
***
 

Monday, July 27, 2015

Tak selamanya Horor itu menyeramkan...

Bagaimana reaksi kita ketika melihat film horor? Takut? Merasa seram? Merinding? Hm... tidak apa-apa kok, itu memang manusiawi. Cerita-cerita yang menyeramkan selalu membuat orang merasa seram atau ketakutan, tapi anehnya cerita-cerita seram selalu menagih dan membuat kita penasaran.

Apakah itu rasa takut? Rasa takut adalah sebuah perasaan yang muncul secara kompulsif terhadap sebuah objek tertentu, nah inilah yang dinamakan rasa takut atau gangguan kecemasan.




Ternyata horor tidak selamanya menakutkan lho, contohnya di dalam buku Horror science Quiz ini. Buku setebal 200 halaman terjemahan Korea yang diterbitan elexmedia komputindo ini tidak hanya menceritakan cerita-cerita seram yang tentu saja dibuat menarik dengan bahasa komik, sehingga tidak ada kesan seram sedikitpun ketika kita membacanya, bahkan kita akan tersenyum melihat kelucuan-kelucuan para tokohnya seperti Jjongi si pembuat onar yang lucu dan selalu membuat masalah, Ttori, walaupun penakut tetapi memiliki rasa keingintahuan yang besar mengenai segala sesuatu yang berbau horor..

Buku Horror Sceince Quiz ini juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengatasi rasa takut, serta keterangan-keterangan yang muncul di setiap akhir cerita yang tidak berdasarkan  pada ilmiah, membuat pembaca khususnya anak-anak memahaminya secara akurat. 

Spesifikasi Buku

ISBN: 9786020213927
Alih bahasa: Deni Supriyadi
Ukuran: 15 X 22 Cm
Cover: Soft Cover
Tebal: 200
Media: KOMIK
Penerbit: Elexmedia Komputindo




Friday, July 17, 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri

......
Banyak kata terucap tanpa sengaja hingga tak sadar menyakiti perasaan...
banyak tingkah polah terbuat hingga tak luput melukai
banyak mengesalkanmu apa yang selama ini tak terjagabanyak perbuatanku yang tak mengenakkan, hingga kau berkeluh kesah

Mungkin pernah tanpa sengaja
bercandaku terlewati batas
apa yang kupikir lucu ternyata membuatmu sakit
apa yang kupikir seru ternyata membuatmu malu 

kini...
di hari yang fitrah ini...
aku mohon
bukakan pintu maafmu
lebarkan tanganmu
untuk saling memeluk
meruntuhkan kebencian, dendam, sakit hati, dan amarah

Selamat hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436H mohon maaf lahir batin...


ilustrasi by: http://www.szaktudas.com


Twiries, Kembar yang tak selalu sama

Apa Kembar selalu sama?


Menurut Wikipedia, Kembar atau anak kembar adalah dua atau lebih individu yang membagi uterus yang sama tetapi tidak selalu dilahirkan dalam hari yang sama. Berbicara mengenai anak kembar, seringkali kita berpikir, bahwa mereka selalu identik dengan persamaan. Misalnya dalam urusan pakaian, yang satu merah, pasti yang lainnya juga merah, yang satu sepatunya hijau, yang lain tentu tidak ingin berbeda, begitu juga dengan yang lain semisal hobi, sifat, karakter dan yang lain. Tapi apakah sebenarnya anak kembar seperti itu?


Jika pertanyaan itu terlintas dalam benak kamu, maka bacalah buku Twiries, The Freaky Twin Diaries karya duo kembar Eva dan Evi yang keduanya adalah sama-sama menjadi penulis.
Di dalam buku setebal 303 hal ini lengkap diulas mengenai anak kembar. Bagaimana mereka pernah merasa kesal, senang, jahil, sampai terharu menjadi anak kembar.
Buku ini juga mengungkap bagaimana enaknya menjadi anak kembar dan bagaimana tidak enaknya menjadi anak kembar. Bahkan di dalam 7 alasan kenapa jadi kembar itu enak, mereka menyebut salah satunya adalah tidak pernah kesepian. Dan mereka juga menulis We call It Twin Curse atau alasan kenapa jadi anak kembar itu tidak enak, salah satunya adalah dibandingkan dalam hal fisik. 


Untuk membuat buku catatan semacam Personal literature tidaklah mudah, karena bisa jadi penulis akan terjebak dengan dunianya sendiri, dengan kelucuan-keluan yang (mereka anggap lucu)  tanpa memikirkan pembaca, sehingga akan terasa membosankan, tapi dalam buku Twiries ini terkesan ringan, lincah, seru dan kocak, apalagi diperkuat dengan ilustrasi-ilustrasi seru dan lucu ala komik Manga Jepang.


Judul                  : TwiRies; The Freaky Twins Diaries
Pengarang          : Eva Sri Rahayu & Evi Sri Rezeki
Penerbit             : de TEENS
Tebal                 : 303 halaman
Cetakan             : Pertama, Mei 2014
ISBN                 : 978-602-255-577-3