Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Sunday, March 03, 2013

Ceritakan pengalaman masa kecilmu

Dok. Koran Kompas Minggu, 03 Maret 2013




Bagi sebagian orang menulis cerita anak tidak gampang namun ada juga yang mengatakan menulis cerita anak sangatlah muda. Tentu saja dua cara pandang itu ada benarnya dan ada tidaknya. Jika kita berbicara mengenai penulisan cerita anak, tentu saja  tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak-anak. Di mana kita tahu bahwa kehidupan dunia anak adalah sebuah kehidupan yang polos, nakal, lucu, iseng, cengeng dan sebagainya.
Jika menurut saya, menulis certa anak itu gampang. Maaf bukan sedang menyombongkan diri. Saya bisa menulis cerita anak dalam sehari tiga cerita. Dan biasanya cerita anak yang saya tulis 80 persennya lolos dan muat di media cetak.
Sebelum mengirimkan cerita ke media majalah, biasanya saya tetapkan dulu, media mana yang akan saya kirim. Langkah ini saya ambil, karena akan membuat saya menjadi mengerti kriteria seperti apa saja yang diinginkan media. Nah, untuk melihat kriteria sebuah majalah, tentu saja kita harus memiliki majalah tersebut. Yah jika tidak membeli, mungkin kita bisa baca-baca saja di toko buku.

Sekedar berbagi pengalaman, jika saya ingin menulis cerita anak, saya selalu membayangkan masa kecil saya. Dari sana saya selalu menemukan banyak ide untuk saya tulis. Setelah mendapatkan ide dari masa kecil saya, kemudian saya menuangkannya menjadi sebuah cerita. Nah di dalam cerita itu pun saya sering menggambarkan masa kecil saya untuk menghidupkan tokohnya. Menggambarkan kenakalan apa yang pernah saya lakukan, keisengan apa, bagaimana saya berteman dan sebagainya.
Nah, mungkin dari pengalaman saya membuat cerita anak, saya akan berbagi sedikit informasi bagi anda yang berminat untuk menulis cerita anak.

1. Mencintai dunia anak.
Yang pertama tentu saja kita harus mengetahui karakter anak. Seperti apakah karakter anak itu? Nah, untuk mengetahui karakter anak, tentu saja kita harus dekat dengan dunia anak. Kita punya keponakan, saudara, tetangga, adik atau siapapun itu. Berusahalah untuk menyempatkan waktu misalnya bermain bersama mereka, ngobrol, bercanda dan sebagainya. Dari sanalah kita bisa tahu banyak tentang karakter mereka.

2. Tokoh utama
Dalam setiap cerita baik itu cerpen atau pun novel anak, selalu ada tokoh utama.Tokoh utama ini biasanya digambarkan sebagai tokoh Protagonis (baik) walaupun nantinya si tokoh utama ini melakukan kesalahan, tapi pada dasarnya ia adalah tokoh yang baik. Tokoh utama dalam cerita anak, tidak harus menggunakan anak-anak tapi bisa iuga menggunakan tokoh orang dewasa. Tapi tentu saja jika menggunakan tokoh orang dewasa ini, harus kental dengan pesan moralnya. Kita tidak boleh menceritakan masalah-masalah rumit orang dewasa.Atau bisa juga mengunakan tokoh hewan dan ini biasa dipakai dalam cerita dongeng atau pun fabel.  
 
 2. Konflik
Konflik adalah bumbu. Karena konflik inilah yang akan menghidupkan cerita.  Tapi ingat, dalam cerita anak tidak membutuhkan konflik yang njlimet atau berlarut-larut atau konflik berat seperti pada cerita remaja mapupun cerita dewasa. buatlah konflik yang simple dan ringan. Ohya konflik tidak melulu harus perang, tinju, cakar-cakaran, berantem lho.Karena konflik bisa saja terjadi dalam diri tokoh utama. Misalnya konflik batin si tokoh.

3. Pesan moral
Dunia anak-anak itu polos. Mereka selalu mengikuti apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Untuk itulah sebaiknya di dalam menulis cerita anak, ada sebuah pesan moral. Jika pada awalnya si tokoh memiliki masalah, usahakan di akhir cerita ada sebuah penyesalan/kesadaran.

4. Jangan bertele-tele
Cerita anak tidak membutuhkan cerita yang bertele-tele. Dalam cerpen anak misalnya, kita hanya membutuhkan satu konflik saja. Karena konflik yang terlalu banyak membuat anak bingung. Untuk cerpen anak, hanya dibutuhkan 3- 4 halaman.

5. Mudah dimengerti anak
Cerita anak yang baik adalah cerita anak yang dapat dengan mudah dipahami oleh anak.

6. Bahasa
Karena pembacanya adalah anak-anak, tentu saja bahasa yang dipergunakan juga adalah bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Itu lah kira-kira beberapa tips dari saya tentang bagaimana menulis cerita anak. Mungkin anda memiliki kriteria sendiri dalam menulis cerita anak silahkan saja. Ini hanya pengalaman saya saja sebagai penulis cerita anak yang terbit di beberapa media nasional. Salam sukses untuk anda.

@kalongking

No comments:

Post a Comment

Komentar yaaa