Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Sunday, November 17, 2013

Keluarga Kanibal





Kembali sebuah flm lawas yang diremark oleh Holywood dengan judul yang sama seperti judul aslinya, We are what we are. Meskipun ide dasarnya sama, akan tetapi Film Meksiko buatan tahun 2010 yang kini ditangani oleh sutradara Holiwood Jim Mickle ini, banyak mengalami perubahan pada isu yang diselipkan dalam film bergenre horor ini, di mana pada versi barunya, Jim mengemasnya  lebih sederhana yaitu lebih fokus pada kisah coming-of-age karakter utamanya yang  diiringi dengan aspek religiusitas membungkus kisah film ini.

Jika pada film aslinya dibuka dengan kematian seorang ayah, maka film ini dibuka dengan kematian Ny. Parker seorang ibu yang meninggal tiba-tiba dengan mulut mengeluarkan darah. Si Ibu meninggalkan sang suami, dua orang puteri yang remaja dan seorang putera yang masih kecil. 

Kehilangan seorang yang sangat kita sayangi seperti Ibu, bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Hal ini dialami oleh Rose Parker (Julia Garner) dan Iris Parker (Ambyl Childers). Satu hal yang paling menjadi dilema keluarga Parker sepeninggal sang ibu adalah berkaitan dengan ritual makan malam yang selalu mereka lakukan. Tentu saja bukan malam biasa, karena mereka adalah keluarga kanibal, maka bisa kita bayangkan, makan malam mereka masakan daging manusia. 
 
Keluarga Parker adalah keluarga kanibal yang telah menjaga tradisi tersebut selama ratusan tahun. Sang ayah, Frank Parker (Bill Sage) percaya bahwa tradisi keluarga tersebut adalah perintah Tuhan yang harus terus dilestarikan. Oleh karena itu ia mewariskan kewajiban memasak tersebut kepada sang puteri sulungnya, Iris. Tentu saja membunuh dan memasak daging manusia bukan hal mudah bagi Iris, namun demi menjaga tradisi keluarga hal itu terpaksa ia lakukan. Disinilah kita mulai diajak melihat bagaimana Iris dan Rose dipenuhi dilema akan kondisi mereka yang "berbeda" dengan keluarga normal pada umumnya.
 
Secara garis besar, film We Are What We Are ini alurnya sangat lambat dan cenderung membosankan. Pada awal-awal film, kita disuguhi gambar berupa drama kelam tentang keluarga yang disfungsional yang sedang berduka. Kita kemudian digiring pada adegan tuan Parker yang mendidik anak-anaknya untuk bersedia melanjutkan tradisi kanibalisme di keluarga tersebut. Di sini terlihat jelas anak-anaknya memberontak secara batin, namun tidak bisa melawan. Yang lebih mencengangkan, adalah sosok anak kecil yang tidak tahu apa-apa juga diikutsertakan dalam ritual itu.
 
We Are What We Are adalah film horor yang unik. Meski pun mengambil tema keluarga kanibal, akan tetapi film ini tidak terlalu menunjukkan banyak darah apalagi adegan gore di setengah awalnya. Praktis momen tersebut digunakan sebagai pengenalan secara perlahan tentang keluarga Parker terhadap penonton. 
 Bagi anda yang suka dengan film-film bergenre horor, dan mungkin horor aneh, rasanya film ini tidak boleh anda lewatkan.
@kalongking

No comments:

Post a Comment

Komentar yaaa