Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Monday, December 09, 2013

5 FILM HOROR YANG BISA BIKIN KEJANG-KEJANG

INSIDIOUS
Perjalanan ke dunia astral



Film besutan sutradara Australia berdarah Malaysia, James Wan ini, adalah film horor yang konon meraih sukses luar biasa bukan hanya di negaranya sana, tapi juga di negara kita yang sedang amburadul (lho... ). Bahkan di Indonesia film ini mampu bertahan lebih dari 1 bulan di bioskop. Kesuksesan film ini mampu meraup hampir $100 Juta (padahal hanya didanai dengan bujet $1.5 Juta lho), dan membuat Pihak studio akhirnya memutuskan untuk membuat sequelnya.


Fim ini berkisah tentang keluarga Renai dan Josh Lambert (yang diperani oleh Rose Byrne dan Patrick Wilson) serta ketiga anak mereka yang menempati sebuah rumah baru. Semenjak menempati rumah baru itulah mereka sering diganggu oleh hal-hal aneh. Hal ini kemudian Renai ceritakan pada sang suami.
Suatu saat Dalton pergi ke atas loteng dan terjatuh dari tangga. Kedua orang tua Dalton tidak mengira akan terjadi sesuatu. Sampai keesokan paginya mendapati Dalton yang tak juga bangun. Maka mereka pun segera membawa Dalton ke dokter. Dalton koma selama 3 bulan. Merasa ada yang nggak beres dengan rumah yang mereka tempati, keluarga Lamberts akhirnya memutuskan untuk pindah rumah.

Lantas dengan pindah rumah semuanya selesai? Ternyata tidak. Justru kejadian-kejadian aneh terus berlangsung di rumah baru itu. Dari pertama, Renai melihat penampakan seorang anak kecil berlarian di rumah itu. Sampai akhirnya Ibu Josh, Lorraine Lambert (Barbara Hershey) menyarankan Josh dan Renai untuk mengundang Elise Rainer (Lin Shaye) seorang yang ahli untuk masalah hal-hal gaib. 

Selama tiga bulan Dalton koma. Dan pada saat itulah roh-roh jahat memanfaatkan jasad Dalton untuk membalas dendam manusia. Dalton yang memiliki kemampuan dalam dunia astral ini ternyata warisan dari sang Ayah, Josh.

Kesepakatan memanggil sang paranormal pun dilakukan. Setelah sang paranormal Elise memerintahkan Tucker (Angus Sampson) dan Specs (Leigh Whannell) untuk mengecek dahulu apa yang ada didalam rumah tersebut dengan menggunakan peralatan rancangan mereka sendiri,  Elise pun mulai bertindak. Elise mencoba mencari Dalton yang tersesat didunia lain yang disebut further yaitu dunia yang ditempati oleh arwah-arwah penasaran. Sayangnya kemudian Elise gagal lantaran ada iblis jahat yang mengganggunya. Dan satu-satunya orang yang bisa mengembalikan roh Dalton ke dalam tubuhnya hanyalah Josh yang ternyata juga memiliki kemampuan melepaskan diri dari tubuhnya dan masuk ke alam lain.

Dan Josh pun akhirnya dapat melepaskan diri dari tubuhnya dan masuk kedunia further dimana anaknya Dalton disekap oleh iblis yang ingin mengambil tubuh Dalton. Di akhir film setelah masuk ke dunia astral, Josh pun menemukan Dalton dan langsung membawanya pulang ke dunia nyata, tentu saja dengan melewati banyak rintangan dari para setan yang ingin menahan Dalton.

Seperti pada banyak film laris lainnya, Insidious pun akhirnya membuat skuel keduanya.
@kalongking

The Conjuring
Diangkat dari Kisah nyata





Film yang diangkat dari kisah nyata biasanya membuat orang penasaran untuk menontonnya, nah, apalagi jika kisah nyata itu berhubungan dengan sesuatu yang berbau horor. Film Insidous adalah salah satu film yang diangkat dari kisah nyata tersebut (katanya sih) dan disutradari oleh sutradara Australia berdarah Malaysia, James Wan. Tahu dong, si James Wan ini adalah orang yang ada dibalik film Saw? Nah, di film ini, teror-teror dan ke-hororan apakah yang akan ia tampilkan?

Film The Conjuring ini bersetting tahun 1971, di mana keluarga Carolyne dan Roger Peron bersama  ke lima putri mereka pindah ke sebuah rumah pertanian tua di daerah Harrisville, Rhode Island. Dari pertama datang ke rumah tua itu, Sadie, anjing kesayangan mereka sudag menolak untuk masuk. Di sini penonton sudah diperlihatkan akan keangkeran rumah tersebut. Bukankah penciuman binatang begitu tajam terhadap hal-hal makhluk gaib?

Entah kenapa, keesokan harinya, Nyonya Carolyn terbangun dengan memar misterius di tubuhnya, namun hal ini tidak terlalu dipikirkan oleh Carolyn, sampai kemudian sang suami mendapati Sadie yang tergeletak mati di luar rumah.

Bisa ditebak, beberapa hari berikutnya, berbagai peristiwa misterius pun mulai terjadi. James Wan mampu membawa penonton ketakutan walau hanya dengan suara-suara seperti langkah kaki, pintu yang tertutup, suara tepukan tangan dan kengerian-kengerian lainnya.

Peristiwa ini memuncak pada suatu malam saat Roger berada di Florida, di mana Carolyn terkunci di ruang bawah tanah dan melihat sesosok makhluk gaib yang terlihat seperti seorang wanita tua menyerang salah satu putrinya.

Merasa mulai tidak nyaman, Carolyn kemudian menghubungi investigator paranormal bernama Ed dan Lorraine Waren, yang diperankan oleh Vera Farmiga dan Robbert Wilson, guna meminta bantuan. Pasangan ini pun mulai melakukan penyelidikan dan menyimpulkan bahwa rumah tersebut mungkin membutuhkan ritual pengusiran setan. Namun pengusiran itu tidak sembarangan, lantaran harus mendapatkan ijin dari gereja Katholik.

Mungkin yang menjelaskan kisah nyata pada film ini adalah hadirnya Lorraine dan Ed Warren, mereka adalah paranormal (demonologist) yang cukup populer di Amerika pada tahun 1952. Konon, mereka mengklaim telah meneliti 10.000 kasus paranormal. Bahkan mereka juga menulis sejumlah buku tentang investigasi paranormal dan hantu-hantu.
 
Teror di rumah tua terus berlangsung. Salah satu putri Carolyn, Cindy, berjalan dalam tidurnya dan menemukan sebuah pintu rahasia di belakang lemari. Lorraine memasuki pintu tersebut dan jatuh ke ruang bawah tanah.

Sebagai film Horor, The Conjuring mampu membuat penonton menahan nafas disetiap detik adegan ke-hororan yang ditampilkan oleh James Wan. Makanya tak heran jika film ini dikabarkan berhasil meraup 41,5 juta dolar melalui penjualan tiket domestik di Amerika Serikat dalam tiga hari pertama penayangannya.

Seperti pada film-film laris, kabarnya kesuksesan film berdurasi 112 menit ini juga membuat pihak studio memutuskan untuk membuat sekuelnya. Akhirnya dengan kengerian yang berhasil dibangun secara apik oleh Wan, dari awal hingga tuntasnya film, rasanya para penggemar film horor klasik layak juga untuk menantikan kelanjutan film The Conjuring ini.

@kalongking

MAMA,
Anak yang diasuh roh halus



Film bergenre Horor ini, diadaptasi dari sebuah novel yang juga ditulis oleh sang sutradara berkelas Andres Muschietti dan resmi diluncurkan pada tanggal 18 Januari 2013 lalu.

Film Mama berkisah tentang Jeffrey yang melarikan diri setelah kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap teman bisnisnya dan juga istrinya sendiri. Ia melarikan diri dengan membawa kedua anaknya yang masih kecil yakni Victoria (diperankan dengan apik oleh artis cilik Megan Charpentier) dan sang adik Lily (Isabelle Nelisse). Sayangnya didalam perjalanan, mobil mereka terguling sesudah menabrak pohon. Jeffrey kemudian mengajak kedua anaknya itu ke sebuah gubuk tua yang ditinggalkan pemiliknya. Di gubuk itulah Jeffrey yang bingung dan depresi, bermaksud membunuh anakya itu dengan pistol yang dibawanya. Pada saat hendak membunuh itulah, nampak sesosok makhluk yang langsung menghempaskan Jeffrey serta membawanya pergi.  

Lima tahun berlalu. Saudara Jeffrey yang bernama Lucas (Nikolaj Coster Waldau), mendapatkan kabar menyenangkan bersamaan dengan regu penyelamat yang berhasil menemukan kedua anak Jeffrey. Di pengadilan, Lucas berhasil meyakinkan sang hakim untuk mengasuh kedua anak saudaranya itu. Maka dibawalah kedua anak itu ke rumah Lucas, bersama sang pacar, Annabel (Jessica Chastain), seorang personil band. Sayangnya  tingkah laku kedua anak tersebut telah berubah menjadi liar serta tingkah lakunya menyerupai binatang. 

Annabel mulai merasakan keganjilan dalam mengasuh Victoria dan Lily. Terlebih dengan Lily yang semakin misterius perangainya. Setiap hari senantiasa ada saja perihal menakutkan. Apalagi Lily berapa kali bicara sendiri yang ia yakini tengah berbicaranya dengan roh ibunya.

Seorang dokter bernama Dr. Dreyfus (Daniel Kash), yang penasaran lantas meneliti kedua anak itu. Ia pun mengambil keputusan kembali ke gubuk tua di mana anak itu ditemukan untuk mengadakan penelitian. Sayangnya  sang dokter kemudian tewas dengan misterius. Annabel yang selalu ketakutan lantas mengambil hasil riset Dr Dreyfus. Dari sanalah ia mendapatkan fakta yang mencengankan tentang kedua anak tersebut. 

Perlahan misteri terbuka tentang sesuatu yang telah terjadi pada Victoria dan Lily. Sesuatu yang selama ini membuat kedua kakak-beradik itu bertahan hidup.  Ternyata ada sosok Mama yang selama ini mengasuh mereka dan tidak mau melepaskan keduanya begitu saja. Bahkan kemudian mengancam jiwa Lukas dan Anabel.  Dibalik penyelidikan Anabel dan Lukas, menemukan fakta bahwa sesuatu kejadian yang mengerikan di rumah gubuk itu pada abad ke 19. Dia adalah sosok seorang wanita yang sering disebut "Mama" oleh Victoria dan Lily. Seorang perempuan yang kehilangan bayinya dan ingin mencari penggantinya.  

Menuju klimaksnya, terjadi pertempuran merebut kedua adik kakak ini antara sang "Mama" dengan Lukas dan Anabel. Sayangnya di ending film, sosok sang "Mama" digambarkan dengan begitu jelas, dan terlihat seperti tokoh-tokoh super hero pada film-film Holywood, sehingga kesan menakutkan jadi sedikit berkurang. Tapi bagaimanapun juga film Mama yang melibatkan sineas kelahiran Meksiko, Guillermo Del Toro sebagai Eksekutif Produser ini, memberikan ciri khas dengan memberikan nuansa horror klasik tahun 70-an ala film The Exorcist (1973) yang selalu menampilkan kengerian lewat kegelapan, bayangan dalam cahaya temaram yang mulanya tidak jelas, di akhir cerita tampak utuh.
@kalongking
SINISTER
Penulis novel yang terlibat dalam kasus horor







Jika anda penikmat film horor, pasti mengenal sosok Scott Derrickson. Nah film Sinester ini adalah juga besutan dari sutradara yang juga pembuat film Exorcism ini.


Film ini bertutur tentang seorang penulis buku bernama Ellison Oswalt, yang diperankan oleh aktor Ethan Hawke. Ia sengaja mengambil keputusan untuk mengajak istrinya, Tracy (Juliet Rylance), dan kedua anak mereka, Trevor (Michael Hall D’Addario) dan Ashley (Clare Foley) untuk pindah ke sebuah rumah baru yang "bukan rumah biasa". Ellison sengaja memilih untuk pindah kesana, karena ada sejarah kelam yang dimiliki oleh rumah tersebut, dimana satu keluarga tewas secara mengenaskan dengan cara tergantung pada pohon di halaman belakang rumah, serta puteri tunggal keluarga tersebut yang hilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini. Ellison sendiri berniat untuk menyelidiki kasus pembunuhan dan hilangnya puteri keluarga tersebut untuk kemudian dijadikan inspirasi bagi novel yang sedang ia kerjakan. 

Di rumah itulah Ellison mendapatkan kaset di dalam kotak yang berisi video perihal pembunuhan keluarga lain yang dikerjakan dengan brutal serta sadis itu. Ellison pun berupaya untuk melacak ada apa sebenarnya dengan rekaman video-video tersebut. Nyatanya ada kemampuan lain yang terlibat didalam pembunuhan tersebut. Ellison sadar bahwa nyawa keluarganya dalam bahaya.

Karakter Ellison Oswalt seorang penulis terkenal yang ingin meraih kesuksesan seperti yang pernah ia raih beberapa tahun lalu lah, yang kemudian dijadikan motivasi kuat bagi jalan cerita Sinister ini.  Kehadiran karakter-karakter pendukung yang berada di sekitar karakter Ellison Oswalt, juga mampu membentuk gambaran yang kuat bagi karakter tersebut sebagai seorang kepala keluarga yang begitu peduli pada keluarganya, serta seorang pria yang begitu bernafsu dalam mewujudkan setiap mimpinya.

Walaupun premis film ini sudah sering diangkat, di mana ada satu keluarga pindah rumah dan rumahnya berhantu, namun sang sutradara Scot Derricson mampu membuat film ini tidak biasa, di mana kesan horor dan gambar yang yang ditampilkan membuat penonton larut menikmati adegan film hingga akhir.
@kalongking
PEEMAK
Saat horor dijadikan lawakan









Thailand memang terkenal dengan film-filmnya yang bergenre horor. Tapi tidak seperti pada genre horor yang lainnya, film Pee Mak yang merupakan remake dari film horor klasik Thailand “Mae Nak Phra Kanong” ini, dalam versi terbarunya diberi sentuhan komedi, oleh sang sutradara Banjong Pisunthanakun. Banjong bukanlah sutradara baru, mungkin anda pernah ingat filmnya yang beredar di sini, seperti Shutter (2004), Alone (2007) dan juga Phobia 1 dan 2.

Film ini sendiri dibintangi oleh para aktor dan artis terkenal seperti Mario Maurer dan Davika Hoorne sebagai pemeran utama, sedangkan pemeran pembantu yang memerankan sahabat MAK adalah empat bintang yang dikenal melalui film The 4 main cast from Phobia 2 Episode “In The End” yaitu Nuttapong Chartpong, Pongsatorn Jongliwas, Wiwat Khongrasri, dan Kantapat Permpoonpatcharasuk.

Film ini diawali dengan adegan semangat patriotik Puak (Pongsathorn Jongwilas) yang terlihat memberikan semangat pada Pee Mak (Marior Maurer) dan juga teman-temannya untuk membela tanah air Thailand menghadapi para musuh. Padahal saat itu Pee Mak meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua, Mae Nak (Davika Hoorne). Pada saat yang bersamaan, Mae Nak sedang berjuang untuk melahirkan bayinya. 

Ketika perang usai , Pee Mak pun mengundang rekan-rekan seperjuangannya itu untuk mengunjungi Phra Khanong. Dan setibanya di kampung halaman, rekan-rekan Pee Mak melihat ada keanehan, dimana kampung itu lebih sepi dari biasanya. Pee Mak yang menjumpai istrinya yang cantik serta bayi yang baru terlahir tidak memiliki perasaan curiga apapun. Sampai akhirnya ia mendapatkan kabar dari Aunty Priak bahwa Mae Nak telah menjadi hantu penasaran. Pee Mak sama sekali tidak menganggap kabar itu. Pun ketika para penduduk desa juga berusaha mengatakan pada Pee Mak bahwa istrinya sudah mati. Namun Keempat sahabat Pee Mak berusaha untuk menyembunyikan rahasia itu.

Alur cerita yang ringan dan mudah ditebak ini memang tidak membosankan untuk ditonton, karena sinematografi yang dibuat cukup apik walaupun terkesan sangat sederhana. Apalagi dukungan para pemainnya yang berwajah kece seperti Mario dan Davika, sehingga membuat penonton betah. Tidak hanya itu, Pee Mak Phra Khanong juga sangat kental dengan nuansa komedi, yang ditunjukkan oleh para aktor pendukung yang memerankan empat karakter sahabat Pee Mak. Akting mereka dengan wajah yang karakter-karakternya yang unik juga mampu menghadirkan kelucuan tersendiri tanpa harus terjerumus pada adegan-adegan slapstick.
@kalongking



No comments:

Post a Comment

Komentar yaaa