Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Sunday, January 12, 2014

FILM TENTANG PENULIS

Banyak yang beranggapan bahwa menjadi seorang penulis tidak akan bisa menjadi sandaran hidup. Untuk itulah banyak penulis-penulis buku atau penulis apapun itu, yang kemudian menjadikan  profesi menulis ini hanya sebagai sambilan atau sekedar mengisi waktu luang. Angapan ini memang tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk menjadi seorang penulis khususnya di Indonesia, memang tidak se-wow menjadi penulis di luar negeri sana. Di mana menjadi seorang penulis di sana lebih dihargai, baik itu dari segi profesi maupun dari segi materi.

Untuk menjadi seorang penulis, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, begitu menulis langsung JRENG! Ada banyak proses yang harus dilalui. Berbagai hambatan dan rintangan akan selalu ada, sepanjang proses itu. Seperti, penolakan naskah, serta kritik pedas dari berbagai sumber    yang jika kita tidak kebal telinga akan menjadikan kita down.

Saya akan meresensi 4 buah film tentang profesi seorang penulis yang saya pernah tonton. Yang pertama ada Stuck in Love yang dibintangi oleh Jennifer Conelly dan Lily Collins. Ada juga A case of you, Ruby Spark dan On the road.



STUCK IN LOVE
Penulis yang susah move on





Film yang dibintangi oleh Jennifer Connelly, Greg Kinnear, Lily Collins, dan Logan Lerman ini bergenre drama komedi romantis. Adalah Bill Borgens (Greg Kinnear) seorang penulis novel sukses yang berusaha Move On dari mantan istrinya, Erica (Jennifer Connelly), yang telah meninggalkannya demi seorang pria muda. Bill juga memiliki dua orang anak yang juga memiliki bakat menjadi penulis seperti dirinya. 

Dikisahkan pada pembuatan novel barunya yang seharusnya diselesaikan oleh Bill, terpaksa tertunda  lantaran ia lebih fokus untuk memata-matai mantan istrinya dengan suami barunya itu. Nah disinilah salah satu gangguan seorang penulis. Fokus! Karena menulis apapun itu dibutuhkan konsentrasi atau fokus. 

Ketika anak pertamanya, Sam (Lily Collins), memberi kabar bahwa buku pertamanya telah berhasil mendapatkan penerbit, dan akan segera dirilis, Bill pun dengan bangga meminta Sam untuk segera mengabarkan berita bagus ini pada sang Ibu, tapi Sam menolak lantaran ia benci pada sang Ibu yang telah mengkhianati cinta Bill.

Sementara anak kedua Bill bernama Rusty (Nat Wolff) adalah cowok yang jago menulis puisi. Jika sang kakak- Sam jago menulis tentang cinta dan sering gonta-ganti pacar, maka Rusty kebalikannya. Untuk masalah cinta Rusty bisa dibilang nol.

Bill harus menyelesaikan bukan hanya konflik dalam bukunya, tapi juga berbagai konflik dalam kehidupan nyata. Konflik dengan dirinya sendiri, dengan anak-anak  dan menyelesaikan segala permasalahan untuk menyatukan keluarganya kembali.

Film yang naskahnya ditulis oleh Aurelia Scheppers dan disutradarai oleh Josh Bone ini juga mendapat banyak pujian ketika pertama rilis. Kemampuan akting para pemainnya juga membuat film yang awalnya berjudul Writers ini bisa menjadi referensi buat anda yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis.

@kalongking

A CASE OF YOU
Penulis dan dunia maya



He'll be everything she likes but himself- smart and sexy, begitulah yang ditulis oleh harian New York Post mengenai film bergenre Drama komedi romantis ini. Film yang dibintangi sekaligus ditulis dan diproduseri oleh aktor Justin Long- mantan pacar aktris Drew Barrymore ini berkisah tentang kisah cinta seorang penulis muda bernama Sam (Justin Long) yang mencoba untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita yang ia kenal dari dunia maya.

Dunia Maya dan penulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Tema inilah yang akhirnya mengilhami film indie bertajuk a case of you garapan Kat Coiro ini.  Dikisahkan Sam yang mencoba menjelajah seisi profil milik barista cantik bernama Birdie (Evan Rachel Wood), untuk mengetahui hal-hal yang disukainya. Hal ini dilakukan Sam supaya bisa merubah dirinya menjadi sosok pria idaman yang disukai Birdie dan menjadi pasangan idealnya. 

Sam mulai dilema ketika pada akhirnya Birdie mulai menyukainya. Padahal apa yang Sam lakukan selama ini adalah penuh kebohongan dan pura-pura.Sam menyadari kebohongannya tapi ia takut untuk mengungkapkan kebenaran pada Birdie.

Kekuatan karakter yang diperankan oleh Justin Long dan Evan Rachel Wood membuat film ini enak untuk dinikmati, walaupun alurnya agak terasa lambat. Keduanya bisa membangun ikatan yang kuat dalam karakter mereka. Kehadiran aktor sekaligus seorang stand up comedian Peter Dinklage, juga dapat memberikan hiburan tersendiri dalam film ini. @kalongking


RUBY SPARKS
Khayalan seorang penulis


 

Ketika seorang penulis sedang membuat sebuah cerita, maka segala imajinasi akan tercurahkan pada cerita yang ia buat, sehingga tokoh-tokoh dan karakter yang ia ciptakan pun menjadi seperti nyata. Kisah inilah yang kemudian diangkat menjadi sebuah film oleh perusahaan film Bona fide production dengan disutradari oleh Jonathan Dayton, sutradara yang pernah menggarap film Little miss sunshine di tahun 2006.

Calvin Weir Field (Paul Dano) adalah seorang penulis muda yang sedang mengalami kebuntuan dalam menyelesaikan novelnya. Ini biasa disebut sebagai writer's block, hantunya para penulis :) Nah pada saat itulah muncul sosok Ruby Sparks (Zoe Kazan) tokoh seperti yang ia ciptakan dalam novelnya itu. Calvin pun menganggap dirinya sudah terlalu jauh masuk dalam dunianya sendiri, sehingga karakter tokoh yang ia ciptakan muncul dalam kehidupan nyatanya. Calvin kemudian  mendatangi seorang Terapist, Dr.Rosenthal (Elliot Gould). Pada sang Terapist itulah Calvin menceritakan apa yang dialaminya.

Kemunculan Ruby membuat Calvin panik, karena ia menganggap bahwa Ruby hanyalah sosok khayalannya belaka, bukan manusia sebenarnya. Bahkan ketika Calvin menceritakan hal ini pada sang kakak, Calvin malah dianggap gila oleh sang kakak, Harry (Chris Messina), karena diangapnya tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan mana dunia fiktif. Tapi angapan itu segera ditepis ketika Calvin dapat membuktikan pada sang kakak, bahwa Ruby benar-benar manusia di dunia nyata. Sampai akhirnya Calvin pun mengenalkan Ruby pada sang Ibu (Annete Bening)

Sosok Ruby adalah sosok wanita idaman bagi Calvin, sehingga ketika sosok Ruby muncul dalam dunia nyata, rasa cinta Calvin padanya begitu dalam. Bahkan setelah munculnya sosok Ruby, Calvin pun mengakhiri novelnya dan menyimpannya di laci. Tapi rasa cinta Calvin membuat sang penulis ini pada akhirnya menjadi apatis, sehingga muncul perasaan cemburu yang begitu berlebihan. Seperti ketika Ruby diajak ke pesta seorang agen naskah, Calvin marah melihat Ruby sedang berduaan di kolam renang dengan seorang penulis lain yang usianya lebih tua.


Melihat banyaknya sifat Ruby yang membuat Calvin kesal, dan tidak cocok dengan harapannya, akhirnya Calvin pun mencoba merubah karakter Ruby dalam novelnya. Dan aneh bin ajaib, sifat Ruby pun langsung berubah, sesuai dengan apa yang ditulis oleh Calvin. Sayangnya kemudian sikap Ruby yang telah dirubah kembali oleh Calvin ini terlalu berlebihan, sehingga membuat Calvin merasa tidak nyaman.  Maka Calvin pun kembali merubah karakter Ruby.

Film ini sebenarnya agak membingungkan, karena tidak ada penjelasan apakah sosok Ruby ini adalah hanya sosok khayalan atau memang sosok nyata. Tapi film yang skenarionya ditulis oleh Zoe Kazan yang berperan sebagai tokoh Ruby ini berhasil membuat penonton ikut merasakan dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh tokoh Calvin.

Hmmm... enak kali ya kalo kita bisa menciptakan karakter seperti yang kita inginkan dalam novel, kemudian tokoh itu benar-benar muncul dalam dunia nyata?  Sebenarnya ada yang membuat saya kurang sreg dalam film ini, misalnya Calvin yang kemudian hidup bersama dengan tokoh Ruby tanpa ikatan pernikahan. Mungkin di luar negeri sono, hal seperti ini sudah lumrah tapi bagaimana kalau di Indonesia ya? Itu kan kumpul kebo ya namanya hehehehe. Tapi terlepas dari itu semua, film ini lumayan menghibur kok, walau pun sampai ending penonton dibuat berpikir tentang sosok si Ruby ini. @kalongking


ON THE ROAD
Perjalanan seorang penulis





Seringkali kita merasa kecewa ketika melihat hasil dari sebuah film yang diadaptasi dari novel. Jika memang hasilnya bagus dan memuaskan, mungkin tidak masalah, tapi yang menjadi permasalahan adalah, ketika apa yang kita bayangkan di dalam novel tersebut kemudian hilang ketika sudah menjadi sebuah film. Tapi berbicara mengenai perbedaan ini, sebenarnya ada beberapa hal yang tidak bisa dipungkiri. Ketika kita membaca sebuah novel, imajinasi kita bisa mengembara ke mana-mana dengan bahasa novel yang mendayu-dayu, maka ketika kemudian novel itu diterjemahkan ke media gambar seperti film, tentu saja hal itu tidak mungkin dilakukan. Disamping itu film juga memiliki keterbatasan durasi, sehingga seringkali hanya diambil point-point terpentingnya saja yang kemudian dieksekusi.

Nah, film On the Road adalah salah satu contoh dari sekian banyaknya film yang diadaptasi dari sebuah novel. Film ini juga memakai judul yang sama seperti novel yang ditulis oleh Jack Kerouac, seorang penulis novel asal Amerika.

Konon kabarnya, novel on the road terbitan Viking Press tahun 1957 ini sudah lama sekali mau dijadikan menjadi sebuah film, sampai akhirnya pada medio 2012 terwujudlah menjadi skenario film dan diproduksi oleh perusahaan film Lionsgate Pictures.

Dengan sederetan aktris dan aktor terkenal seperti Garret Hedlund, Kristen Stewart, Sam Riley, Amy Adams dan lain-lain, membuat film yang disutradarai oleh seorang sutradara asal Brasil, Walter Salles ini menjadi sebuah citarasa baru film dengan setting Perang Dunia kedua.

Diceritakan pada Perang Dunia II di Amerika, seorang penulis muda bernama Sal Paradise (Sam Riley) dan Moriarty menjalani rangkaian perjalanan lintas negara. Di dalam perjalanan itulah banyak hal yang mereka temui. Sebagai seorang penulis, tentu saja Sal tidak pernah lupa untuk menuliskan apa saja yang ia temui. Bahkan ada banyak kisah tentang wanita di sepanjang perjalanan mereka.

Ada satu hal di film ini yang mengingatkan saya pada puluhan tahun silam, ketika pertamakalinya menjadi seorang penulis, yaitu mesin ketik manusl. Di mana ketika itu saya masih menggunakan mesin ketik manual yang bunyinya tak tok tak tok, sehingga kalo nulis pada malam hari, tetangga pada bangun :)).

Sebenarnya film ini mengajarkan banyak hal, tentang rasa optimisme sebagai seorang penulis, bagaimana menjadi seorang penulis dan memulainya dari nol. Penulis sehebat JK Rowling tentu saja tidak langsung melejit dengan Harry Potter-nya. Karena sebelum itu, ia juga sempat merasakan bagaimana susahnya menjalani hidup, seperti yang tergambar dalam film ini, di mana Sal Paradise yang berusaha menjadi seorang penulis dengan berbagai usaha, walaupun beban hidup harus ia jalani.
Bukan hanya rasa optimisme saja yang tergambar dalam film ini, tapi juga persahabatan, kesetia kawanan bahkan hubungan cinta yang dibalut oleh rasa cemburu. Disamping itu, film ini juga sangat memuaskan mata penonton dengan setting-setting kota dan pemandangan indah dari kota Virginia, New Jersey, Oklahoma hingga California. Full Beauty shot. Eh tapi sayangnya di sepanjang film ini banyak bertaburan adegan-adegan khusus dewasa yang tentu saja tidak layak untuk tontonan anak usia dibawah 17 tahun ke bawah @kalongking.


1 comment:

Chris Oetoyo-blogspott said...
This comment has been removed by the author.

Post a Comment

Komentar yaaa