Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Thursday, March 12, 2015

Penulis Skenario terbaik Oscar 2015

Perhelatan besar dunia perfilman Internasional telah usai dan pemenangnya sudah ditentukan. Banyak film-film keren yang memang layak untuk diunggulkan atau terpilih menjadi pemenang. Beberapa nominasi film unggulannya adalah film-film keren dan pada akhirnya terpilih satu film keren dari yang keren itu, yaitu film Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance).
Mengingat saya adalah (ngakunya) penulis, maka saya hanya akan mengulas tentang kategori Best original Screenplay saja.

Film dengan penulis skenario terbaik


Nah di deretan nominasi untuk Film dengan kategori Best Original Screenplay ada: Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance), Boyhood, Foxcatcher, The Grand Budapest Hotel, dan Nightcrawler. Dan you know kan siapa pemenangnya? Yup! Birdman or!



Salah satu adegan film Birdman

 Hmmm ternyata film Birdman or ini bukan hanya sebagai film terbaik lho, tapi juga Penyutradaraan terbaik dan Sinematografi terbaik. Sang sutradara, asal Meksiko, Alejandro González Iñárritu di dalam film ini pun dinobatkan sebagai Sutradara terbaik. Wow ya?

Oh iya, sementara yang memenangi penulis skenario untuk kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik adalah Graham Moore dalam The Imitation Game-- 

Di film Birdman ini skenarionya dibuat sendiri oleh sang sutradara Alejandro bersama Armando Bo, Alexander Dinelaris dan Nicolas Giacobone yang kesemuanya tentu saja mendapatkan ganjaran penulis skenario terbaik.

Kenapa Birdman diganjar oscar? Baiklah akan saya review sekilas ceritanya.

Birdman adalah Film bergenre Superhero Dark Comedy produksi dari Studio Movie Fox Searchlight Picture. Film ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama Riggan Thomson yang diperankan dengan apik oleh aktor kawakan Michael Keaton. Dulunya Riggan adalah seorang bintang Holywood yang cetar membahana dan sangat terkenal karena perannya sebagai tokoh jagoan dalam serial tv Birdman. Sukses Birdman berlanjut hingga sekuel 4. Sayangnya Ringgan dengan egonya yang tinggi, menolak untuk tampil kembali memerankan tokoh Birdman di sekuel selanjutnya. Alhasil, nama Riggan pun perlahan tenggelam. Karir Riggan anjlok.

Maka dunia yang awalnya menyanjung dirinya kini tak lagi dia temukan. Maka ketika kemudian Ringgan kesulitan finansial dan berkeinginan untuk kembali menjadi bintang, ia pun berusaha memotivasi dirinya untuk kembali bangkit. Sayangnya untuk kembali bangkit meraih kejayaan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Di dunia entertaintment khususnya dunia perfilman yang lebih mempedulikan popularisme karakter film dibandingan talenta nyata dari aktornya, membuat Riggan tak lagi bisa menemukan jalan.

Ringgan kemudian mencoba peruntungan di dunia hiburan lain yaitu dunia teater dengan mengangkat adaptasi cerita pendek Raymond Carver yang diproduseri, disutradarai, dan dibintangi sendiri olehnya. Tapi apa yang terjadi? Debutnya di teater Broadway itu tidak semulus bayangannya. Ia menemui banyak hambatan, dari mulai susah mencari aktor pendukung yang oke, intrik di belakang panggung, sinisme para kritikus, sampai ke permasalahan pribadi Riggan dengan anak, mantan istri, dan pacar yang sering diabaikannya.

Akankah Ringgan kembali mendapatkan popularitas yang dulu pernah diraihnya? Jawabannya akan anda dapatkan dengan menonton film yang bergenre dark comedy ini, dimana anda akan mendapatkan banyak sindirian, sinisme, kevulgaran, serta sindiran cerdas dan tegas terhadap industri hiburan Holywood. 

Di film ini, Alejandro dkk jelas ingin menyampaikan sesuatu yang lebih dalam, seperti pemenuhan self respect dan pemulihan reputasi sosok Riggan. Hal ini ditunjukkan pada perjuangan Ringgan dalam melakukan sesuatu yang berarti di akhir karirnya, yaitu keinginannya untuk kembali menjadi bintang dan tak ingin terlupakan. @kalongking

No comments:

Post a Comment

Komentar yaaa