Bebas berimajinasi

Bebas berimajinasi

Total Pageviews

Monday, March 16, 2015

TIPS MEMBUAT NOVEL





Banyak penulis pemula yang kesusahan dalam merangkai kata ketika membuat tulisan, entah itu berupa cerpen atau pun novel. Nah di sini saya hanya akan membicarakan mengenai novel.  Tahu dong novel itu apa? Yup! Novel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah: Karangan prosa yg panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

Benarkah membuat novel itu sulit??




Benarkah membuat novel itu sulit? Nggak juga tuh. Coba deh Tips membuat novel dari saya berikut ini:

1. Ide
Di dalam menulis apa pun itu bentuknya, seperti cerpen, novel, novelet dan lain-lain, pada awalnya adalah bersumber dari ide. Ide dasarnya apa dan akan kita buat seperti apa.
Nah, setelah kita menemukan ide, barulah kita buat sinopsis terlebih dahulu. Karena Sinopsis inilah yang akan menentukan jalan cerita pada tulisan yang akan kita buat. Dalam hal ini adalah novel.

2. TOKOH
Dalam membuat novel, kita harus menghadirkan sosok atau tokoh yang akan menjalankan seluruh cerita. Biasanya pada setiap novel hanya ada dua tokoh utama. Buatlah tokoh dengan karakter yang kuat dan senyata mungkin, agar pembaca bisa mengetahui karakter si tokoh.
Untuk membuat tokoh, kita tidak perlu pusing mencari karakter yang dengan karakter njilmet. Lihatlah di sekitar kita. Misalnya, adik, kakak, teman atau tetangga. Nah, mereka-mereka itu bisa kita jadikan tokoh dengan karakternya. Atau bisa juga diambil dari karakter kita sendiri. Kemudian untuk menamai tokoh, buatlah nama-nama yang tidak sulit untuk diingat. Boleh saja namanya aneh tapi harus mudah diingat oleh pembaca.

2. Sinopsis

Nah, setelah kita menemukan ide, selanjutnya kita buat sinopsis terlebih dahulu. Karena Sinopsis inilah yang akan menentukan jalan cerita pada tulisan yang akan kita buat. Dalam hal ini adalah novel. Tahu Sinopsis kan? Yup betul betul betul (pinjam dialog Ipin Upin :)) ) Sinopsis menurut KBBI adalah ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu atau bisa disebut ringkasan cerita.
Berikut adalah salah satu contoh sinopsis di novel karangan saya yang berjudul SURAT UNTUK PARA HANTU dari penerbit Pelangi.



 Contoh Sinopsis 
   Suatu hari si kembar Fadli dan Fadlan mendengar berita yang menghebohkan di desanya, yaitu  tentang munculnya hantu penunggu rumah tua. Lantaran penasaran, mereka pun berusaha untuk menyelidiki kebenaran cerita itu. Fadli dan Fadlan kemudian mengajak kedua temannya, Rafi dan Mutia untuk mendatangi rumah berhantu itu. Akan tetapi Rafi yang anaknya sangat penakut menolak dengan alasan ia sedang tidak enak badan. Berbeda dengan Mutia, anak perempuan yang selalu pemberani ini malah dengan semangat menyambut ajakan Fadli dan Fadlan.
........ dst
 
3. PLOT
Berikutnya adalah membuat Plot atau alur cerita. Dalam menulis novel kita harus membuat rangkaian cerita si tokoh dari awal hingga akhir. 
Nah, biasanya jika membuat novel, saya mengerjakannya dengan cara seperti membuat cerpen, yaitu setiap bab selalu dibuat menggantung. Misalnya cerpen itu tujuh halaman, maka saya akan membuat cerita tujuh halaman dengan endingnya yang menggantung, yang akan dilanjutkan pada bab berikutnya. Jadi jangan pernah berpikir, wah, membuat novel itu kan harus tebal dan halamannya sampai sekian ratus? No! Jangan pikirkan itu. Menulis sajalah, nanti ketika kita benar-benar sudah masuk ke cerita itu, kita tidak akan sadar bahwa tulisan kita sudah panjang. Nggak percaya? Coba deh!
 
4. Konflik 
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Konflik artinya percekcokan; perselisihan; pertentangan. Atau ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dsb).
Konflik bisa berupa: 
-- batin konflik yang disebabkan oleh adanya dua gagasan atau lebih atau keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkah laku.
-- kebudayaan persaingan antara dua masyarakat sosial yg mempunyai kebudayaan hampir sama;
-- sosial pertentangan antaranggota masyarakat yangg bersifat menyeluruh dalam kehidupan
  Nah untuk menarik pembaca, kita harus membuat sebuah Konflik yang agak pelik (tidak berlaku untuk novel anak) tapi juga jangan melupakan realita. Artinya, kita bisa membuat konflik setajam mungkin, tapi harus masuk akal. Lucu kan kalau kita buat tokoh misalnya Andi, dia anaknya pintar. Pada saat sedang menghadapi temannya yang nakal, ia kemudian berubah jadi superboy! Halah! Ini novel bukan fantasi ya.
Pada novel biasanya akan kita temukan seorang tokoh yang akan menemukan sebuah konflik, kemudian ia berusaha untuk menyelesaikan konflik itu, bisa dengan bantuan orang lain maupun dengan usahanya sendiri. 
Walaupun Novel disebut fiksi, akan tetapi apa yang kita tulis haruslah masuk di akal. Kecuali pada novel-novel fantasi yang menceritakan super hero! 

5. Ending
 Ketika kita membuat novel, kita menceritakan si tokoh dari awal, pertengahan hingga ending. Nah pada ending ini tidak ada aturan baku. Kita bisa melakukan apapun untuk ending. Ending sebuah novel bisa menggantung, happy ending atau sad ending. Tetapi kebanyakan pembaca menginginkan  akhir yang happy ending.

Bagaimana, tidak susah kan? Kalau begitu, ayo cari ide dan selamat mencoba, semoga tetap semangat!
@kalongking


No comments:

Post a Comment

Komentar yaaa